header_ads

Linguaphone.id

Pemerintah Serius Tekan Angka Kemiskinan

 BERITA BOGOR - Penanggulangan kemiskinan menjadi program prioritas.

Pemerintah Kabupaten Bogor terus seriusi persoalan kemiskinan dan penyandang masalah sosial lainnya. Sampai saat ini pemerintah fokus pada angka penurunan kemiskinan, lima sampai tujuh persen. Tak hanya itu untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor termaju di Indonesia peningkatan angka harapan hidup dan rata-rata lama sekolah hingga Sembilan tahun juga terus dicapai. Hal ini dijelaskan pada forum koordinasi evaluasi pemantapan rencana pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan, di ruang Serbaguna I Gedung Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (21/4/2015).

Mewakili Bupati Bogor, Asisten Kesejahteraan Rakyat Dadang Irfan mengatakan, undang-undang mengamanatkan pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menangani masyarakat miskin dan para penyandang masalah sosial lainnya. Kemiskinan pada dasarnya adalah suatu kondisi serba kekurangan yang dapat menyebabkan kebodohan masyarakat dan menghambat laju pertumbuhan manusia.

“Maslah kemiskinan di kabupaten Bogor cukup riskan, harus ada trobosan khusus dalam menangani masalah ini. Maka kita kumpulkan instansi terkait untuk memberikan sumbangsih pemikirannya dalam melaksanakan program-program terobosan penanggulangan kemiskinan. Kita memiliki potensi yang cukup baik karena merupakan daerah strategis ekonomi dan daerah penyangga ibu kota”, papar Dadang.

Saya berharap, lanjut Dadang, forum ini mampu menguatkan kordinasi dari seluruh SKPD dan instansi terkait, karena kegiatan penanggulangan kemisikan dapat sepenuhnya berhasil apabila ada sinergi dari perangkat daerah. Maka dari itu penanggulangan kemiskinan menjadi program prioritas guna menekan populasi kemiskinan.

Dalam forum diskusi tersebut hadir beberapa nara sumber diantaranya akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Kementrian Sosial Republik Indonesia, Dompet Duafa dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Selain itu dihadiri oleh perwakilan seluruh OPD dan intansi terkait seperti BPJS dan BPS. (ibp) Editor: Imam Bhakti Pratama






Diberdayakan oleh Blogger.