header_ads

Linguaphone.id

KOMA Menyoal Pemeliharaan Terminal

BERITA BOGOR - Kondisi Terminal Barangsiang semakin memburuk. 

Selama 10 tahun dinilai tidak transparansi dalam pengelolaan anggaran retribusi di Terminal Baranangsiang, puluhan massa yang tergabung di KOMA (Koalisi Masyarakat) se-Bogor melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Kemarin. 

Menurut Koordinator Aksi Demo, Teddy Irawan, buruknya kondisi sarana dan prasarana di terminal diakibatkan karena tidak adanya perawatan dan renovasi selama 10 tahun terakhir yang dilakukan oleh DLLAJ selaku leader sector pengelola transportasi. "Imbasnya, pengguna bus beralih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi publik, sehingga timbulkan kemacetan. Terlebih buruknya kondisi ini dijadikan alasan untuk optimalisasi terminal Baranangsiang dimana akan dibangun hotel dan mall," ujarnya.

Padahal, lanjut Teddy, masyarakat yang ada di terminal sudah melaksanakan kewajibanya dengan membayar retribusi rutin yang dipungut oleh DLLAJ. Namun, hak untuk mendapatkan insfrastruktur yang layak tidak juga terwujud. "Kemana itu larinya anggaran retribusi untuk pengelolaan terminal Baranangsiang, masa untuk renovasi terminal tidak ada. Ini patut diduga ada kolusi, makanya kita menuntut transparansi anggaran retribusi dari DLLAJ," sebutnya.


Dilokasi yang sama, Kepala UPTD Terminal Baranangsing, Islahudin mengaku, pemasukan dari retribusi tahun 2014 terealisasi sebesar 490 juta. Setiap hari pungutan retribusi langsung disetorkan ke kas daerah melalui Bank Jabar.  

Menyoal anggaran perawatan terminal, ia menyampaikan, setelah adanya perjanjian kerjasama optimalisasi aset terminal Baranangsiang dengan pola Bangun Guna Serah (BGS) antara Pemkot Bogor dengan PT. PGI tahun 2012, sudah tidak ada lagi alokasi anggaran perawatan untuk terminal Baranangsiang. "Ada sebelum perjanjian, mungkin perawatan hanya sebatas kegiatan cat gedung," terang dia. (erick) Editor: Erick Mulyadi




Diberdayakan oleh Blogger.