header_ads

HMI MPO Pesimis Kepemimpinan Bima Usmar

BERITA BOGOR - Mahasiswa pesimis terhadap kepemimpinan Bima - Usmar. 

Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) menggeruduk Balaikota Bogor sekaligus menuntut apa yang sudah diprioritaskan Bima-Usmar dimasa kampanye lalu demi memperbaiki Kota Bogor menjadi lebih baik lagi. 

Namun selama Bima Arya menjabat sebagai Walikota dan Usmar Hariman sebagai Wakil Walikota dianggap belum mampu memajukan Kota Bogor. "Kami menuntut apa yang sudah menjadi prioritas pembangunan yang telah menjadi bagian dari RPJMD Kota Bogor 2015-2019," ujar Ketua Umum HMI-MPO, Asep Kurnia.

Penataan transportasi dan angkutan umum, penataan pelayanan sampah dan kebersihan Kota Bogor, penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima, penataan ruang publik, pendestrian, taman dan ruang terbuka hijau, tranformasi budaya dan reformasi birokrasi dan yang terakhir penanggulangan kemiskinan. 

Hal ini merupakan enam skala prioritas Bima-Usmar atas kinerja yang selama ini genap satu tahun yang bertepatan pada tanggal 7 April 2015. "Enam skala prioritas Bima-Usmar ternyata masih jauh dari harapan masyarakat Kota Bogor dan ini menjadi sebuah pertanyaan besar dimana posisi pemerintah dan bagaimana kinerjanya," ungkapnya, Rabu, (8/4/2015).

Meskipun diguyur hujan aksi ini terus berlangsung dan terus mendesak agar Bima-Usmar mau menemui dan memberikan jawaban. Mereka menganggap bahwa Kota Bogor yang dipimpin Bima-Usmar belum memberikan kontribusi nyata. Faktanya, permasalahan yang ada terus bertambah, seperti kemacetan lalu lintas, penataan angkutan umum yang semakin hari semakin semrawut, pembangunan hotel tidak sesuai perijinan.

"Ini bukti bahwa dalam kurun satu tahun Bima-Usmar memimpin Kota Bogor belum bisa dan belum terbukti. Contoh kecil hotel amarrossa yang tidak jelas jawabannya, hotel whiz perizinannya dibekukan, tajur trade mall (TTM) dan hal lainnya. Kami ingin prioritaskan dan realisasikan program yang bersifat kerakyatan, mendorong kejari untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi yang dilakukan para pejabat Bogor. Jika tidak mampu menuntaskan permasalahan di Kota Bogor silahkan secara gentleman mengundurkan diri," pintanya. (erick)


Diberdayakan oleh Blogger.