header_ads

Linguaphone.id

Distani Galakkan Program Land Banking


BERITA BOGOR - Alih fungsi lahan mengakibatkan lahan pertanian berkurang. 

Seiring pesatnya pembangunan membuat lahan pertanian di Kota Bogor beralih fungsi menjadi lahan non pertanian, sedangkan alih fungsi ini mengakibatkan luas lahan pertanian semakin berkurang. Dari data di Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor mencatat lahan pertanian tersisa 750 hektar. Faktanya saat ini hanya tinggal 464,27 hektar. 

Kepala Distani Kota Bogor, Azrin Syamsudin menyabut alih fungsi ini dikarenakan para pelaku usaha yang tidak mematuhi UU 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. "UU 41/2009 menegaskan barang siapa yang memiliki atas hak tanah pertanian wajib memelihara, melestarikan dan menjaganya. Inilah yang belum di baca oleh para pelaku usaha sengaja mengalihfungsikan lahan pertanian," ungkapnya, Kamis (23/4/2015).

Meski Pemkot Bogor dalam mempertahankan lahan pertanian berupaya menegakan Perda 8/2011 dengan program land banking namun anggaranya masih belum jelas menunggu hibah. "Target di RPJMD Pemkot harus membeli lahan seluas 5 hektar per tahun. Anggaranya apakah itu dari pemerintah pusat atau DKI Jakarta," ujarnya.

Azrin mengatakan, program land banking ini merupakan bagian dari mempertahankan petani pangan lestari sebagaimana amanat UU 41/2009. Selain itu, melalui intensifikasi penggunaan teknologi yang dimiliki untuk capaian produktivitas dari target 11,5 ton menjadi 13,5 ton di Jawa Barat bisa terwujud di tahun 2015. "Bila melihat lahan pertanian dari data awal seluas 750 hektar dengan pola tanam padi palawija capaian produksi tahun ini di Kota Bogor sebanyak 900 ton atau 30 persenya," jelasnya. (erick) Editor: Erick Mulyadi


Diberdayakan oleh Blogger.