header_ads

Yuk KB

BERITA BOGOR - BKKBN kembali galakkan Keluarga Berencana  melalui sosialisasi.

BKKBN Kota Bogor bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi program pengadaan Komunikasi Informasi dan Edukasi Kreatif Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Melalui Media Tradisional dan Seni Budaya. 

Sosialisasi diikuti sekitar 250 peserta perwakilan dari tokoh masyarakat, PKK, kader posyandu, PLKB, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan masyarakat pedui KB. Acara berlangsung di Rumah Makan Ampera Jl. Soleh Iskandar, Sabtu (4/4/2015). 

Hadir selaku narasumber diantaranya Anggota DPR RI Komisi 9 Capt. Djoni Rolindrawan, Kabid Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi pada BKKBN Provinsi Jawa Barat Rudy Budiman, dengan Staf Ahli DPR RI Ahmad Hidayat selaku moderator.

Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini harus terus digalakkan. Hal ini dilandasi tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kota Bogor yang mencapai 2,43% dan laju kelahiran alami yang mencapai 1,67% ditambah urbanisasi warga ke Kota Bogor yang cukup tinggi. "Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kota bogor sangat tidak ideal dengan luas Kota bogor saat ini. Ditahun 1995, dengan luas yang sama (11.850 ha) jumlah penduduk Kota Bogor dibawah 500 ribu. Saat ini dengan luas yang belum berubah, jumlah penduduk Kota Bogor sudah diatas 1 juta, sangat tidak ideal," tandasnya.

Untuk itu orientasi pembangunan rumah di Kota Bogor saat ini tidak lagi secara horizontal tetapi lebih ke vertikal. Dalam hal ini pembangunan rusunawa dan rusunami untuk ekonomi menengah ke bawah. "Ini dampak dari penambahan penduduk yang harus diimbangi dengan penambahan sarana," pungkasnya.

Salah satu narasumber Rudy Budiman dalam paparannya menyampaikan saat ini hampir 20% penduduk Indonesia berada di Jawa Barat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memprogramkan kepada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya daerah yang padat penduduk, dengan cukup 2 anak. Lewat penyuluhan dan informasi edukatif dalam hal ini seni budaya lokal, harapannya masyarakat tidak hanya mengetahui tapi juga membantu mensosialisasikan ke masyarakat sekitar. (dwi/hms)


Diberdayakan oleh Blogger.