header_ads

Linguaphone.id

Bogor Green Room

BERITA BOGOR - BGR kerjasama antara Telkomsel, Telkom, LAPI ITB, dan Pemkot Bogor. 

Satu tahun kepemimpinan Walikota, Bima Arya, dan Wakil Walikota, Usmar Hariman, memperoleh kado istimewa keberadaan Bogor Green Room (BGR) yang diresmikan diruang rapat 3 Balaikota Bogor, Selasa (7/4/2014). 

Walikota Bogor menyebutkan kehadiran BGR adalah bagian bagian dari upaya berkesinambungan menuju Bogor Smart City. Selama ini, kata Bima, ada beberapa program yang sudah dijalankan di kota Bogor, dalam rangka smart city seperti pajak online, perizinan online, atau pengaduan online.

Berbagai program tersebut merupakan sistem yang dibangun untuk mempercepat proses pelayanan publik bagi masyarakat sekaligus membuat masyarakat memiliki banyak pintu atau akses untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Kehadiran BGR, lanjut Bima, pun tidak terlepas dari hadiah yang diterima pemerintah kota Bogor sebagai runner up pertama pada Indonesia Digital Society Award 2014.

Sementara itu, Prof. Suhono Harso Supangkat selaku ketua grup peneliti Smart City ITB, menyampaikan apreasiasinya atas dukungan penuh pemerintah kota Bogor dalam mengimplementasikan BGR. “Kota Bogor adalah adalah salah satu yang relative pesat dalam implementasi kota cerdas. Kebutulan ITB bersama salah satu media nasional menggagas indeks kota cerdas yang mudah-mudahan pada penilaian akhir pada bulan Agustus, kota Bogor akan masuk dalam daftar terbaik,” katanya.       

Sekilas BGR

BGR dikembangkan dibawah kerjasama antara Telkomsel, Telkom, LAPI ITB, dan Pemkot Bogor. Tujuannya untuk memberikan data dan informasi yang akurat dan real time yang akan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.

Melalui BGR ini, keadaan lalu lintas di beberapa titik lokasi telah dapat dipantau secara langsung, termasuk mobilitas kendaraan kepentingan publik seperti bis Trans Pakuan atau mobil pemadam kebakaran yang telah dilengkapi GPS.

Ke depan, BGR akan memiliki layanan digitalisasi informasi di Dinas Kesehatan; layanan kepariwisataan, termasuk kajian keramaian dan keuntungan lokasi pariwisata; digitalisasi informasi di Dinas Pendidikan mencakup e-Learning atau Learning Management System; meningkatkan ketanggapan terhadap bencana secara real time; dan analisis kondisi layanan dan biaya yang diperlukan untuk memberikan layanan PJU. Seluruh pengembangan layanan tersebut akan dilakukan pada bulan Mei sampai Juli tahun ini. (adr/hms)
 


Diberdayakan oleh Blogger.