header_ads

Anggun C Sasmi Dikecam FUI Bogor Raya

BERITA BOGOR - Anggun C Sasmi memihak Serge Atlaoui ketimbang korban narkoba.

Penyanyi rock asal Indonesia yang melambung di era 1990-an, Anggun C Sasmi membuat ulah yang bertentangan dengan nilai - nilai patriotisme. Anggun C. Sasmi yang pernah diberitakan tidak naik kelas saat duduk dibangku SMA Negeri 68 Jakarta itu juga sempat membuat surat terbuka kepada Jokowi yang ia posting di Facebook dan memicu kecaman dari banyak kalangan. 

"Sikap Anggun sudah menunjukan bahwa dirinya tidak mencintai negaranya dan generasi muda bangsanya sendiri, seharusnya dia membela kebijakan NKRI yang berdaulat agar negara kita terbebas dari target operandi peredaran Narkoba," kata Ketua FUI Bogor Raya, H. Iyus Khairunnas, Selasa (28/4/2015). 

"Sejatinya Anggun C Sasmi bukan lagi warga negara Indonesia tidak memiliki sense of belonging terhadap kepentingan bangsa Indonesia. Seharusnya dia paham bahwa tanah kelahirannya saat ini sedang Darurat Narkoba yang telah mengorban 4 juta generasi muda terjerumus dalam penggunaan maupun pecandu barang haram tersebut. Apalagi catatan BNN menyebutkan angka kematian mencapai sekitar 15 ribu jiwa melayang akibat over dosis setiap tahun," tegasnya melalui pesan singkat kepada Berita Bogor.  

Sebelumnya, Anggun C Sasmi yang pernah tinggal bersama keluarganya disebuah rumah tua di kawasan Matraman Jakarta ini, justeru ikut berjuang untuk menggagalkan hukuman mati warga negara Perancis, Sergei Atlaoui, melalui aksi demonstrasi bersama ratusan rakyat Prancis dengan membawa spanduk dan poster agar Indonesia membatalkan hukuman mati terhadap Sergei, kemarin. 

Saat itu, Anggun C Sasmi berorasi agar Indonesia mengubah mental, sebab menurutnya banyak yang sudah kuno. “Kita sekarang harus memberi contoh kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang baik, negara yang manusiawi, negara yang besar, yang bisa mengampuni,” kata Anggun saat berorasi, (sumber: bintang.com /Red).

Untuk diketahui, Serge Atlaoui merupakan terpidana mati kasus narkoba asal Prancis yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. Pemerintah Indonesia menjatuhkan hukuman mati pada Atlaoui setelah ia terbukti menyimpan berton-ton bahan pembuat ekstasi, 148 kilogram sabu, dan sejumlah mesin pembuat ekstasi. EDITOR: Sabilillah

Diberdayakan oleh Blogger.