header_ads

Linguaphone.id

Walhi Jabar Desak Kurangi Penggunaan Kertas

BERITA BOGOR - Mengembalikan fungsi hutan, menurut Ir. Indriyanto, M.P, dapat diartikan mengurangi penggunaan kertas.

Istilah merusak hutan tidak hanya melakukan penebangan liar atau yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, misalnya hutan produksi kertas untuk bahan mencetak koran, majalah, dan lainnya sehingga mendesak kebutuhan terhadap kertas di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. 

Aktifis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Barat menyoroti persoalan hutan semakin mengalami degradasi atau semakin terancam berkurang luas kawasan hutan diakibatkan berbagai faktor, diantaranya soal pembalakan liar, alih fungsi kawasan hutan menjadi area perkebunan, beralih fungsinya hutan menjadi kawasan tambang mineral.

"Adanya alih fungsi hutan heterogen, lanjutnya, menjadikan perlu hutan monokultur untuk keperluan produksi dari bahan kayu seperti getah damar, getah pinus untuk bahan kimiawi, produksi kertas untuk berbagai kebutuhan kantor, cetak buku dan lain-lainnya," uangkap Deputi Direktur Walhi Jabar, Dedi Kurniawan, Senin (9/3/2015)

Menurutnya, dalam upaya mendukung keberlangsungan ekologi hutan maka perlu adanya dukungan dan upaya pelestarian diantaranya meyetop alih fungsi hutan, melindungi satwa-satwa liar dari pemburuan dan akibat hilangnya hutan alamiah.

"Atau kita berupaya sekecil apapun untuk kelestarian lingkungan contohnya mengurangi penggunaan kertas meskipun hal itu masih sulit untuk dilaksanakan secara menyeluruh.. atau bisa kita juga tidak membeli produk-produk dari bahan baku kayu di lindungi," pintanya. (ibp) Editor: Imam Bhakti Pratama


Diberdayakan oleh Blogger.