header_ads

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2015

BERITA BOGOR - Semua pihak diharapkan membantu mendorong Pemkab Kabupaten Bogor mengembangkan potensi wilayah. 

Pada tahun 2016 merupakan tahun yang dicanangkan bersama untuk pengembangan potensi wilayah. Olehkarena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mencoba melakukan pendekatan perencanaan tematik kewilayahan yang berfokus di Desa. 

Saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat kabupaten di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (4/3/2015), Plt.Bupati Bogor Nurhayanti mengharapkan perhatian dari seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor. Kegiatan ini juga diselingi seni Angklung yang dimainkan oleh seluruh undangan yang hadir.  

"Kami berharap kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi atau lembaga kemasyarakatan, LSM, para duta besar, serta pemerintah Kabupaten dan kota, pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta pemerintah pusat terutama yang menangani desa, parawisata, perindustrian, pertanian, dan perikanan, untuk dapat membantu mendorong pemerintah Kabupaten Bogor dalam pengembangan potensi wilayah," harapnya. 

Menurutnya, melalui Musrembang tematik Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini bertekad untuk menjadi salah satu penyedia terbesar produk ikan hias dan ikan air tawar serta benih padi unggul bersertifikat yang dibutuhkan oleh wilayah kabupaten dan kota lainnya, serta Kabupaten Bogor dapat menjadi salah satu kiblat kerajinan logam nasional, yang intinya bermuara pada target Kabupaten Bogor menjadi salah satu tempat kunjungan wisata terbesar di Indonesia.

Dalam kesempatan ini pula, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menambahkan bahwa hasil pembahasan musrembang terdapat 1.112 kegiatan senilai Rp.410.461.586.642. 

"Prioritas Kabupaten  Bogor tahun 2016, yakni meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan pendidikan dan kesehatan, meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat, meningkatkan daya saing perekonomian daerah, optimalisasi pemenuhan kebutuhan saran dan prasarana pelayanan masyarakat, optimalisasi pengelolaan ruang dan lingkungan hidup, meningkatkan tata kelola pemerintah daerah yang bersih dan transparan," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, optimalisasi pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana layanan masyarakat, peningkatan koneksitas wilayah dalam daerah dan daerah perbatasan, peningkatan pemenuhan kebutuhan permukiman dan sanitasi dasar masyarakat, peningkatan pemenuhan kebutuhan energi. (ice) Editor:Dwitama Sasia


Diberdayakan oleh Blogger.