header_ads

Linguaphone.id

Waspada Gejolak Harga Sembako

BERITA BOGOR - Masyarakat Jabar tidak perlu panik menghadapi kemungkinan terjadi gejolak harga akibat kurs rupiah melemah. 

Gejolak harga Maret diperkirakan terjadi akibat naiknya harga komoditas beras dan gas elpiji, termasuk kelangkaan ukuran 3 kg. Namun Tim Pengendali Inflasi akan terus berusaha agar tidak menimbulkan inflasi tinggi.

Menurut Pemimpin Bank Indoneia Jabar Rosmaya Hadi mengatakan berdasar hasil survey konsumen Februari 2015, tingkat optimisme konsumen terhadap perekonomian Jabar diperkirakan masih relatif stabil dengan kecenderungan meningkat. "Kondisi pergerakan harga dari sisi permintaan diperkirakan masih cenderung stabil," katanya.

Tim Pengendali Inflasi Jabar melakukan beberapa langkah antara lain melakukan koordinasi pemantuaan harga beberapa komoditas strategis yang mengalami gejolak harga seperti beras dan LPG 3Kg. Selain itu juga dilakukan idenfitikasi penyebab gejolak itu. "Sejumlah tim di daerah sudah bergerak, antara lain melakukan operasi pasar beras, penyaluran Raskin dan menjaga stok beras. Kecukupan stok beras di Bulog Jabar masih aman untuk tiga bulan ke depan," katanya. (Rilis)
Diberdayakan oleh Blogger.