header_ads

Linguaphone.id

Kota Bogor Atasi Kemacetan Lalu Lintas

BERITA BOGOR - Kota Bogor akan giatkan pembenahan guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas. 

Guna mengantisipasi kepadatan parkir kendaraan bermotor di setiap sekolah, baik berupa kendaraan roda empat maupun kendaraan sepeda motor, maka Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman akan melarang para pelajar membawa kendaraan ke sekolah.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menyediakan armada bus sekolah untuk para pelajar secara gratis. Salah satu solusi yang direncanakan olehnya adalah dengan membangun parkir hidrolik. ”Kondisi parkiran di Kota Bogor gawat darurat. Saya bakal menginstruksikan dinas terkait untuk membuat parkir hidrolik,” katanya.

Tak hanya itu, Salah satu kendala dalam rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) atau one way jalur kendaraan searah jarum jam di ruas jalan seputar Kebun Raya Bogor, yaitu persoalan pedagang kaki lima (PKL).

Keberadaan PKL ini terutama mereka para pedagang sayuran atau ”pasar tumpah” yang setiap malam berjualan di Jalan Otista, Bogor Tengah, Kota Bogor. Persoalan itu seolah terkesan tidak pernah bisa diselesaikan Pemkot Bogor, kendati sudah ditempuh sejumlah upaya namun selalu gagal.

Hal ini pula yang menjadi titik perhatian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Seperti yang disampaikan Kepala Satpol PP Eko Prabowo, oleh karena itu dibutuhkan peran serta yang pro aktif dari PD Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ).

Dirinya mempertanyakan mengenai car free day yang selama ini diberlakukan di Jalan Jalak Harupat. Selain itu, di setiap car free day pun selalu terjadi ”pasar tumpah” lantaran banyaknya PKL yang berjualan hingga di trotoar dan setelah itu mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan hingga di badan jalan. ”Soal rencana one way ini masih harus dikaji lebih dalam lagi. Terutama mengenai persoalan PKL, yang merupakan salah satu tupoksi kami seperti untuk melakukan penertiban. Selain hal ini juga menjadi tupoksi dari Dinas Koperasi dan UMKM dan PD PPJ,” ujarnya, Senin (2/2/2015)

Sementara itu, guna mengantisipasi  kepadatan lalu lintas Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Kota (DLLAJ) Kota Bogor telah melakukan persiapan. Di antaranya bersama Satlantas, DLLAJ melaksanakan pengaturan manajemen lalu lintas di Kota Bogor.

Kepala Seksi Rekayasa Manajemen Lalu Lintas DLLAJ Dody Wahyudin mengatakan, pihaknya sudah memetakan beberapa  kawasan yang rawan terjadi kepadatan lalu lintas.. Untuk  manajemen lalu lintas yang akan dilakukan, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Untuk buka tutup jalan, juga dilakukan  situasional. Seperti kendaraan yang akan kearah Tajur, jika terjadi kepadatan, akan dibelokkan ke Jalan Pajajaran. 

DLLAJ juga telah melakukan pemasangan pembatas jalan atau water barrier di beberapa ruas jalan di Kota Hujan. Pemasangan water barrier itu untuk menghalangi kendaraan berbelok arah sembarangan, yang justru akan menambah kemacetan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengurai kemacetan seperti diruas pusat tujuan wisata yang berada di Kota Bogor diharapkan juga dapat memecah keramaian. (Humas Kota Bogor)



Diberdayakan oleh Blogger.