header_ads

Tolak Perluasan Pedistrian Istana Bogor

BERITA BOGOR - Budayawan Kota Bogor Membahas Penggeseran Pagar Istana Bogor Bersama Walikota Bima Arya. 

Para tokoh budayawan Kota Bogor, melakukan audiensi dengan Walikota Bogor Bima Arya. Agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut soal isu utama terkait dengan wacana dan rencana penataan kawasan seputar Istana Bogor di Ruang Rapat Balai Kota Bogor, Senin (14/2/2015).

Pada pertemuan ini, selain Wali Kota Bima Arya, juga turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Shahlan Rasyidi, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Susilowati, dan Kepala Seksi (Kasi) Kebudayaan Uci Sanusi dan Kabag Humas Pemkot Bogor Encep Ali Al Hamidi.

Audiensi ini juga diisi dengan dialog, sesi tanya-jawab, dan pemberian masukan-masukan dari para tokoh budayawan kepada Pemkot Bogor. Salah satu yang menjadi bahasan utama dalam audiensi tersebut adalah mengenai wacana pemunduran pagar Istana Bogor sekitar empat meter dari yang berdiri saat ini seiring dengan rencana pembangunan pedestrian di seputar Kebun Raya Bogor sepanjang 3,8 kilometer yang mengitari sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

Budayawan Dadang H.P menegaskan penolakannya terhadap wacana pemunduran pagar Istana Bogor. Pasalnya, istana dan beberapa lainnya yang berada di sekitarnya tak hanya sekadar sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) tetapi justru jauh lebih sebagai heritage.

Sementara, Walikota mengungkapkan kesepakatannya, bahwa solusi untuk mengurai kemacetan di seputar kawasan Istana dan Kebun Raya Bogor bukan hanya menggeser pagar istana. Tetapi, lebih kepada upaya penertiban lalu lintasnya.

Sebelumnya, wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tinggal di Istana Bogor dipertegas oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang mengatakan bahwa pihak Istana akan menggodok kemungkinan Presiden Jokowi tinggal di Istana Bogor. "Hal ini karena, Istana Bogor lebih sering digunakan untuk pertemuan antara Jokowi dan para kepala daerah. Akan lebih efektif andai Jokowi menggunakan Istana Bogor sebagai kediaman beberapa hari dalam sepekan," katanya, pekan lalu.  (red)





Diberdayakan oleh Blogger.