header_ads

Puluhan Guru Anggota Koperasi Makmur Desak Rapat Anggota Tahunan

BERITA BOGOR - Selama tiga tahun tabungan anggota Koperasi Makmur digantung, Ketua Pengurus pasang badan saat ditagih. 

Puluhan Guru SDN di wilayah Kecamatan Babakan Madang merasa dirugikan oleh Ketua Persatuan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Makmur Babakan Madang, pasalnya selama menjadi anggota koperasi tidak pernah bisa mengambil uang tabungan dan belum pernah diberikan laporan keuangan selama tiga tahun berturut - turut. 

Seorang guru, Adi. S mengaku dirinya dan puluhan rekan sejawatnya merasa telah dirugikan oleh Ketua pengurus PKPRI Makmur Kecamatan Babakan Madang, bahkan setiap anggota yang mengajukan pengambilan uang tabungan tidak pernah dilayani hingga berita ini dimuat. "Kami sudah laporkan hal ini kepada pembina dan pengawas koperasi Makmur akan tetapi jawabannya selalu sedang diproses secepatnya, padahal keresahan para guru tersebut sudah disampaikan sejak bulan September 2014 lalu," keluhnya, Sabtu (21/2) kemarin. 

Atas inisiatif para anggota koperasi, lanjutnya, secara bersama - sama melayangkan surat resmi yang dilampirkan tanda tangan para anggota untuk menuntut secara tegas kepada Pengurus Inti PKPRI Makmur Kecamatan babakan Madang agar segera menyelengarakan Rapat Anggota Tahunan secepatnya. 

"Surat ini kami layangkan ke PKPRI jawa Barat, PKPRI Kabupaten Bogor, Dewan Koperasi Kabupaten Bogor, dengan tembusan ke Dinas Koperasi UKM Kabupaten Bogor, Pembina dan Pengawas PKPRI Makmur dengan maksud agar persoalan ini segera dituntaskan dan hak para anggota koperasi dapat segera dikembalikan," pintanya mewakili para anggota PKPRI Makmur Kecamatan Babakan Madang.

Sebelumnya, Drs.H.Iyang Saputra,MM selaku Ketua PKPRI Kabupaten Bogor memimpin rapat tertutup bersama Pengurus inti PKPRI Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh Ketua dan Bendahara Koperasi Makmur Kecamatan Babakan Madang, Ayun Lestari dan Imas Deni, serta Pengawas, Subingat, dan Pembina yang diwakili oleh H.Maman Mansyur, guna menyelesaikan persoalan pertanggungjawaban keuangan bertempat di aula kantor PKPRI Kabupaten Bogor, Jalan Bersih Cibinong, Rabu (22/10/2014) lalu. 

Dihari yang sama, Kepala Seksi Organisasi dan Tata Laksana Koperasi pada Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Kabupaten Bogor, Asep Tata Sugiarta menyampaikan bahwa setiap pengurus maupun anggota Koperasi harus mengemban amanat AD/ART dengan penuh tanggung jawab. "Persoalan ini harus diselesaikan oleh pihak PKPRI Kabupaten Bogor. Sekecil apapun pengeluaran atau pemasukan dan lain - lain harus dipertanggung jawabkan dalam rapat tahunan dihadapan para anggotanya agar koperasi menjadi sehat," tutup dia.

Mendengar laporan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengatakan pihaknya akan memberikan mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk segera menanggapi desakan para guru SDN Babakan Madang yang menginginkan RAT dilakukan segera. "Saya sudah sampaikan hal ini kepada pimpinan di Dinas Pendidikan agar persoalan ini jangan dibiarkan berlarut - larut," tegasnya melalui pesan singkat, Senin (2/3/2015) malam (als) Editor: Alsabili / foto: rapat tertutup PKPRI Kab.Bogor (22/10)





Diberdayakan oleh Blogger.