header_ads

Linguaphone.id

Giatkan Program Ibu Anak Sehat

BERITA BOGOR - Jumlah kematian ibu dan bayi yang tercatat dan dilaporkan pada Dinas Kesehatan Jawa Barat. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus serius selamatkan ibu dan bayi dengan bekerja sama dengan USAID Amerika melalui program collaborative learning penyelamatan ibu dan bayi baru lahir untuk wilayah Jabar tingkat I, di Hotel Royal Bogor, Selasa (10/2/2015). 

Gubernur Jawa Barat, yang diwakili oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) wilayah I Jawa Barat, Supriatno mengatakan, tahun 2012 jumlah kematian ibu karena kehamilan, bersalin dan nifas tercatat 804 orang dan tahun 2013 turun menjadi 765 orang. Sementara kematian bayi pada tahun 2012 sebanyak 4.803 jiwa menurun jadi 4211 pada tahun 2013. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena sebenarnya sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah. 

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mengatasi hal tersebut, termasuk pembangunan Puskesmas PONED, penempatan tenaga dokter dan bidan. Semua hal di atas tidak terlepas dari delapan isu strategis Jawa Barat, dimana kesehatan dan perbaikan kualitas pelayanan termasuk di dalamnya", paparnya. 

Gubernur mengajak, kita semua untuk meliahat situasi tersebut sebagai kondisi gawat darurat yang harus segera diselesaikan melalui upaya "Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir", untuk mencapai generasi Jawa Barat yang kita idamkan yakni cageur, bageur, bener, pinter, tursinger, yang pada saatnya akan mewujudkan visi bersama Jawa Barat maju dan sejahtera untuk semua. 

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyatakan keseriusan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Plt Bupati Bogor Nurhayanti menjelaskan, kegiatan collaborative learning kerja sama USAID yang sudah diprogramkan ini sangat membantu kami dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. 

Dalam RPJMD ditetapkan visi, lanjutnya, yakni Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia. Salah satu misinya adalah bagaimana kami konsern kepada peningkatan kualitas penyelenggaraan bidang kesehatan. Kami ingin di lima tahun ini minimal 25 penciri termajunya bisa kami raih salah satunya mendorong indeks kesehatan yang memberikan kontribusi kepada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

"Seluruh RSUD yang berjumlah empat unit di Kabupaten Bogor dengan 101 Puskesmas, bisa terakreditasi dimana di dalamnya ada peningkatan pelayanan termasuk menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir kemudian seluruh masyarakat memiliki BPJS dan angka harapan hidup Kabupaten Bogor terus ditingkatkan. Komitmen kami dari sisi anggran terus kita tingkatkan, dari total anggaran yang kami miliki, 11 persen lebih kita alokasikan untuk kesehatan. Kami juga terus bangun sarana prasarananya dan kualitas penyelenggaraannya", jelas Nurhayanti. 

Ia menambahkan, kami juga berterima kasih kepada Forum Masyarakat Madani (FMM) yang selama ini membantu kami melaksanakan gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir. FMM lahir dari kumpualan 22 organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor. Untuk bersama-sama berkontribusi dengan pemerintah dalam gerakan penyelamatan ibu dan bayi, dan tentunya kita terus berikan dukungan untuk gerakan FMM. (red/rido)



Diberdayakan oleh Blogger.