header_ads

Bencana Saat Hujan

BERITA BOGOR - Tingginya intensitas hujan menimbulkan bencana di sejumlah desa di Kabupaten Bogor. 

Memasuki puncak musim hujan di wilayah Kabupaten Bogor berdampak lingkungan yang cukup berarti, diantaranya yang terjadi di Jalan Tanjung, RT 4/RW 5, Desa Padurenan, Kecamatan Gunung Sindur yang mengalami longsor mencapai 4 meter setelah dihantam air hujan, beberapa hari lalu sekitar pukul 23.20 WIB. 

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jalan sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 3 meter itu tersenda. Hal ini lantaran kendaraan yang akan melewati ruas itu, harus ekstra hati-hati, mengingat kontor tanah yang labil. “Beruntungnya tidak ada pemukiman warga dibawah jalan Tanjung tersebut sehingga tidak ada korban jiwa. Namun saya khawatir jika tidak secepatnya diperbaiki, longsor akan melebar ke lokasi lain,” ujar Kepala Desa Padurenan, M. Yusuf, Selasa (10/2/2015).

Menurut kesaksiannya tidak adanya perawatan dan pengawasan jalan di Desa Pedurenan membuat sejumlah ruas jalan di wilayahnya ini banyak mengalami kerusakan dan terancam amblas. Longsor yang terjadi di jalan Tanjung ini diakibatkan kurangnya perawatan dan pengawasan terhadap jalan tersebut. 

Sedangkan Ketua KNPI Kecamatan Gunung Sindur, Suparman Nurjaman melihat kejadian ini mengatakan, seharusnya, pihak terkait melakukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) karena memiliki kontur tanah yang labil dan mudah tergeser. “Selain memperbaiki jalan yang rusak, diperlukan juga pembangunan turap di beberapa titik, agar kondisi jalan tidak mudah amblas dan longsor seperti saat ini,” tandasnya. 

Sementara, bencana banjir terjadi di Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang. Ironisnya, musibah itu terjadi tepat didepan Kantor Pemerintahan Desa setempat. Banjir setinggi bola mata kaki ini diduga akibat saluran air yang berada di sisi jalan itu, tidak berfungsi dengan baik. Air di badan jalan bisa mencapai 30 centimeter, warung dan yang ada di sekitar lokasi banjir pun terkena dampak. “Akibat meluapnya saluran irigasi yang ada di depan kantor desa tajurhalang ini. Akibatnya aktivitas warga pun terganggu,” ujar salah seorang staf Desa Tajurhalang Supriadi. 

Sebelumnya, satu regu BPBD Kabupaten Bogor diterjunkan untuk mengevakuasi reruntuhan material longsor yang menimpa satu rumah dan mushola, di Kampung Cikereteg, RT 01/RW 11, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Selasa (10/2). Bencana longsor ini sendiri terjadi, pada Senin (9/2/2015) petang, akibat tebing yang berada tepat di atas dua bangunan tersebut tiba-tiba longsor.

Longsor terjadi setelah dikikis rintikan hujan yang melanda kawasan Bogor sepanjang hari. Di hari yang sama, Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya, Senin (9/2) dinihari hingga petang, membuat 42 rumah dan satu sekolah di Kampung Bambu Kuning, RT 4/RW 6, Desa Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, terendam.

Pantauan dilokasi, banjir terjadi akibat luapan kali baru Bojong Gede yang sudah tak mampu menampung air hujan selama seharian mengguyur Bogor. Sakitar puluhan rumah warga terendam air sedalam 50 Cm. Masih tingginya intensitas hujan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor akan memperpanjang status siaga darurat banjir dan longsor hingga Mei 2015 mendatang.

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo membenarkan, hujan yang menguyur wilayah Bogor dalam dua hari terakhir mengakibatkan bencana longsor dan banjir terjadi di beberapa titik. Selain beberapa daerah yang disebutkan diatas, wilayah lain yang mengalami bencana longsor yakni, Desa Sukamulya Kecamatan Sukajaya, Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong, dan Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja ada delapan rumah yang rusak berat," katanya. (red/pakar) 


Diberdayakan oleh Blogger.