header_ads

Linguaphone.id

Stok Beras Aman

BERITA BOGOR - Bulog menyatakan stok beras aman, sementara harga beras beranjak naik di pasar tradisional Bogor.

Kaum ibu mengeluhkan kenaikan harga beras di pasar tradisional yang ada di Bogor, Ny. Ipah (34) pengelola kantin BLH Bogor mengungkapkan kenaikan harga beras premium mencapai 30 persen. "Sudah hampir sepekan ini harga beras mengalami kenaikan padahal yang saya tahu stok beras aman.

Terkait persoalan ini, Kepala Perusahaan Umum Bulog Divis Regional Jawa Barat, Alip Affandi, menegaskan stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 98 ribu ton. Stok itu mencukupi untuk kebutuhan beras di Jawa Barat hingga 3 bulan ke depan. “Stok beras masih cukup sampai panen lagi,” kata Alip di Bandung, Senin, (23/22015). 

Alip menambahkan Bulog tengah bersiap menggeser berasnya di gudang-gudang Bulog yang berada di daerah Pantura yagn bersiap akan panen. “Kami akan geser ke daerah yang panennya belum banyak, seperti Bandung, Cianjur, serta Ciamis. Di Pantura sebentar lagi akan panen dan gudangnya akan kami kosongkan,” ujar dia. 

Menurut Alip, hingga saat ini baru lima daerah di Jawa Barat yang menggelar operasi pasar untuk menekan harga beras, yakni Kota Bandung, Ciamis, Kota Bogor, Kota Depok, serta Bekasi. “Kami masih ada senjata lagi, operasi pasar akan digencarkan kalau memang diperlukan,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Bulog Sub Divre Subang Dedi Supriadi seusai memeriksa stok beras di Gudang Bulog Subang Kota untuk move reg dan penyaluran raskin, Selasa (17/2/2015) lalu, mengatakan saat ini stok beras Bulog Subang tersimpan di sejumlah gudang mencapai 14 ribu ton, cukup memenuhi penyaluran raskin lima bulan ke depan.

Bulog Sub Divre Subang memasok 10 ribu ton beras ke beberapa daerah seperti Cianjur, Sukabumi, Bogor dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan penyaluran raskin di daerah tersebut. Pengiriman beras move reg dari Subang ke beberapa daerah tersebut dilakukan secara bertahap sejak awal Februari 2015.  (red) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.