header_ads

Linguaphone.id

BLH Bogor Gelar Rakor Pra Kegiatan Satgas

BERITA BOGOR - Kekuatan Satgas Kecamatan hanya 5 orang, perlu adanya kader dari unsur masyarakat di setiap Desa. 

Guna meningkatkan peran dan fungsi Satuan Tugas (Satgas) Lingkungan Hidup di wilayah Bumi Tegar beriman, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor menggelar rapat kordinasi pra kegiatan Satgas tahun 2015, bertempat di ruang serba guna kantor BLH Kabupaten Bogor, Senin (23/2/2014). 

Kepala Sub Bidang Kemitraan, Susi Yulianti menyebutkan pra kegiatan Satgas 2015 ini bertujuan untuk rekondisi peran 200 Satgas dalam upaya tindakan nyata dibidang lingkungan, menyamakan persepsi tentang tugas dan kewenangan satgas yang ada sesuai prinsip pedoman satgas, dan untuk pengaturan jurnal satgas 2015 yang bersifat operasional. "Termasuk kegiatan Bimtek Satgas meliputi pembuatan lubang resapan biopori (LRB), pengolahan sampah organik skala rumah tangga, dan bank sampah serta kampanye lingkungan hidup.

Menurutnya, kegiatan tahun ini meliputi monitoring, sosialisasi lapangan bimbingan teknis Satgas, rapat kordinasi triwulan, arahan kegiatan dan evaluasi serta usulan anggota satgas yang berasal dari unsur masyarakat. Satgas juga harus menginventalisir gerakan LRB oleh pemerintah, masyarakat, komunitas, sekolah, dan menyertakan satgas dalam  kegiatan simbolis pembuatan LRB pada acara boling kecamatan  dan berkoordinasi dengan BLH, serta berpartisipasi dalam kegiatan pekan lingkungan 2015 melalui stand lingkungan dan lomba eco office (kantor berbudaya lingkungan). 

"Selain itu pula menghimpun potensi kampung/rw yang sudah menggalakan budaya lingkungan melalui  kegiatan ramah lingkungan seperti penerapan bank sampah, gerakan masif lingkungan, dan menghimpun  potensi sekolah berbudaya lingkungan (adiwiyata) untuk mendapatkan pembinaan BLH, serta menghimpun potensi masyarakat/pelaku kegiatan yang berdedikasi terhadap lingkungan untuk difasilitasi penghargan tegar beriman award, raksa prasdha dan kalpataru," paparnya.

Usai Rakor, Kordinator Satgas Cigudeg Mulyadi mengungkapkan adanya persoalan debu akibat aktifitas angkutan tonase besar dari penambangan yang berada di Desa Batu Jajar yang sudah berlangsung sejak tahun 1990 silam, sehingga secara tupoksi satgas harus melakukan monitoring dan pelaporan secara kontinyu guna tercapainya solusi terbaik. "Saat ini kekuatan Satgas di Cigudeg masih 5 orang, sehingga perlu adanya penambahan kader dari unsur masyarakat di setiap Desa guna melaksanakan tugas sebagai penyuluh lapangan sebagai perpanjangan tangan BLH," harapnya. (als) Editor: Alsabili


Diberdayakan oleh Blogger.