header_ads

Amelia Sang Dewi Ringgit Jawara Jungle Fest 2015

BERITA BOGOR - Peran aktif Jungle Fest dalam mewadahi talenta generasi muda dibidang seni dan budaya patut ditiru. 

Penampilan Amelia Stephani Landupraing, Sang Dewi Ringgit, seiring lantunan tembang Sunda menyajikan tarian gemulai nan lentur, power full, ekspresif, dan menghibur mampu membius Dewan Juri dan ratusan pengunjung Jungle Fest Bogor dalam lomba Tari Tradisional yang diselenggarakan oleh Jungle Fest Bogor kerjasama sebuah sanggar terkemuka di Jawa barat, Minggu (22/2/2015) 

Diatas panggung wahana hiburan terkemuka di kawasan Kota Bogor, Amelia, gadis cilik  kelahiran Bogor 9 Juli 2004 yang murah senyum ini membuktikan bahwa kesenian peninggalan leluhur memiliki nilai seni sangat tinggi yang patut ditekuni oleh anak - anak usia dini dengan harapan agar kesenian tari tradisional di Bumi Padjajaran tidak mengalami degradasi oleh derasnya pengaruh budaya asing yang masuk di tanah air, Indonesia.

Tidaklah berlebihan apabila Amelia menyandang Juara I dalam ajang Lomba Tari Tradisional Jungle Fest 2015 ini. Pasalnya, Amelia yang merupakan aset Bogor yang menekuni seni tari tradisional sejak usia 3 (tiga) tahun, selain mampu menguasai berbagai seni tari Sunda dan seni tari daerah di Nusantara dengan piawai juga memiliki misi sebagai pelestari kesenian tari tradisional Sunda di masa kini dan masa yang akan datang kelak. 

Saat mengumumkan pemenang, Dewan Juri, Dhea menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat untuk meningkatkan bakat dan kemampuan seni tari meskipun belum memperoleh predikat juara pada ajang lomba tahun ini. "Teruslah berkreasi dalam melestarikan seni budaya bangsa," pesannya. 

"Sang Dewi Ringgit, itulah julukan bagi Amelia yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar Kelas 5 ini bukan hanya memiliki talenta seni tari tradisional, melainkan ingin mengajak teman - teman seumurnya untuk mau belajar mengenal dan menguasai seni tari tradisional. Itulah pesan yang disampaikan Amelia disetiap penampilan dari panggung ke panggung," kata Al Sabili, selaku Promotor BBC Sundanesse. 

Menurut pria yang sudah bergelut dibidang seni budaya sejak era 1997 silam ini bahwa ajang lomba yang digelar Jungle Fest wajib ditiru oleh semua pengelola kepariwisataan yang ada di Jawa Barat, tak lain bertujuan sebagai bentuk salah satu komitmen dalam mengimplementasikan program Coorporate Social Responsibility (CSR) sebagaimana amanat Undang - Undang Perseroan Terbatas. 

"Hal ini penting dan wajib dilaksanakan para pengelola kepariwisataan, sebab wadah kreatifitas yang difasilitasi itu sangat membantu generasi muda dalam menyalurkan talenta sekaligus sebagai bentuk peran serta aktif dalam melestarikan kesenian dan budaya bangsa," desak Al Sabili, mantan Penyiar Radio Agustina 94,60 FM Jakarta pada tahun 1997 sampai dengan 2002, dan mantan Produser Radio CBB 105,4 FM Jakarta pada tahun 2002 sampai dengan 2008 ini.

Dalam kesempatan ini, General Manager Jungle Fest, Sugeng R. Lukito mengatakan bahwa pihak Jungle Fest bukan hanya kali pertama menyajikan program seni dan budaya dalam upaya turut melestarikan seni budaya lokal dan talenta secara konsisten. "Lomba Tari Tradisional dan Modern Dance yang berlangsung tanggal 22 Februari 2015 bertempat di Amphitheater JungleFest Bogor ini untuk mewadahi talenta pelajar Sekolah Dasar (SD) dan kategori umum untuk memperbutkan Trophy dan hadiah menarik," jelasnya. (eric) Editor: Erick Mulyadi


Diberdayakan oleh Blogger.