header_ads

Penyakit Menular Musim Hujan

BERITA BOGOR - Dinas Kesehatan Meminta UPT Puskesmas giat sosialisasi penyakit di musim hujan dan dampak kesehatan. 
Saat musim hujan rawan penyakit demam berdarah, inspeksi saluran pernafasan, gatal-gatal dan dan diare sehingga membuat Kepala Seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Euis Wulantari angkat bicara agar warga selalu waspada dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 
Hal ini juga menyikapi bantahan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cisarua, Tjetjep Surjana atas dugaan penyebaran virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kampung Pesanggrahan yang berbuntut warga Desa Citeko menjadi geram. "Penyakit yang ditimbulkan di musim hujan jangan dianggap remeh, tapi perlu diwaspadai dan tindakan sigap dari petugas kesehatan setempat, termasuk melakukan sosialisasi dilingkungan warga," katanya, Senin (26/1/2015)
Sebelumnya diberitakan, salah seorang warga sekaligus kerabat Dedeh (50), korban DBD yang meninggal dunia menyanggah, pengakuan Tjetjep yang menyatakan, jika di Kampung Pesanggrahan tidak ada korban yang terserang DBD.Semua sudah jelas dan data ditangan.
“Kita hanya meminta ketegasaan dari orang nomor satu di Kabupaten Bogor, bahwa kepala UPT Puskesmas Cisarua, tidak becus dalam bekerja dan sangat bobrok,” kata Aomudin saat diminta tanggapan soal bantahan Kepala UPT Puskesmas Cisarua tersebut, Jumat (23/1) kemarin.
Menurutnya, warga Cisarua, khususnya Kampung Pesanggarahan, Desa Citeko, akan melaporkan petugas UPT Puskemas Cisarua, ke Plt Bupati Bogor, karena dinilai tidak memiliki etos kerja yang baik dan terkesan sangat cuek (Tidak peduli-red) terhadap lingkungan.
"Kita sudah melaporkan kejadian itu kepada Pemdes setempat, agar bisa menindak lanjuti permintaan warga Pasanggrahan untuk segera melakukan fogging. Namun, sampai saat ini, baru inisiatif warga dan pemdes setempat dalam melakukan aksi gotong-royong terhadap lingkungan," paparnya.
Kepala UPT Puskesmas Cisarua, Tjetjep Surjana saat ditemui PAKAR usai menghadiri rapat kinerja di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor,Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong membantah adanya warga Kampung Pasanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, yang terjangkit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk jenis aedes aegepty.
"Saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa (Pemdes) dan Pemerintah Kecamatan Cisarua, lewat rapat minggon di aula Kecamatan Cisarua. Dan saya tegaskan, bahwa di Desa Citeko tidak ada warga yang terkena penyakit demam berdarah degue (DBD)," kilah dia.
Sedangkan, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kampung Pesanggrahan, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua bernama Dedeh (50) harus meregang nyawa setelah terjangkit virus DBD pada Sabtu (10/1) lalu.
Tak hanya Dedeh, delepan warga Kampung Pesanggrahan lainnya juga harus dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr.M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua untuk mendapatkan perawatan intensif akibat hal serupa.
Akibat kejadian ini, sejumlah warga Kampung Pasanggrahan khususnya yang berdomisili di RT 01,02 dan 03/RW 02, Desa Citeko, pun sepakat akan melaporkan petugas UPT Puskemas Cisarua, ke orang nomor satu di Kabupaten Bogor, terkait kinerjanya yang tidak maksimal.
Pasalnya, warga menilai, nyawa Dedeh sebetulnya bisa diselamatkan jika petugas tersebut melakukan tugasnya untuk memeriksa korban. "Gimana kita tidak kesal mas, warga yang sakit aja telah mendapat tanggapan yang dingin dari petugas UPT Puskemas Cisarua," ucap Aomudin. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.