header_ads

Serikat Pekerja Lemah Perjuangkan Buruh

BERITA BOGOR - Serikat buruh dinilai gagal memperjuangkan aspirasi pekerja, harapan UMK diatas Rp.3 Juta Isapan jempol. 

Kerasnya orator demonstrans dari belasan serikat buruh saat gelar aksi unjuk rasa tak membuahkan hasil maksimal membuat para buruh kecewa terhadap perjuangan serikat buruh yang tak mampu mengangkat harkat dan derajat kesejahteraan pekerja.

Hal ini diungkapkan, Suheri (32) seorang pekerja di kawasan Sukaraja Bogor, yang mengaku kecewa atas hasil perjuangan serikat buruh yang todak berpihak kepada buruh. "Tuntutan buruh adalah UMK diatas Rp.3 Juta, tapi nyatanya hanya Rp.2,590 Juta saja. Ini bukti tokoh buruh di Bogor tak mampu menyerap aspirasi pekerja," Kamis (5/12/2014).   

Dirinya mempertanyakan pertanggungjawaban serikat buruh yang mengatasnamakan para pekerja. "Ini harus dijelaskan kepada seluruh buruh di Bogor, mengapa hanya mampu mengawal UMK todak maksimal. Padahal para buruh yang menjadi anggota berharap banyak dari serikat pekerja," keluhnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, H. Nuradi mengungkapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 561/Kep-1581-Bangsos/2014 tentang Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) Jawa Barat disebutkan UMK Kabupaten Bogor sebesar Rp.2.590.000,-.  

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Hening Widiatmoko dalam keterangan pers kepada wartawan, Senin (2/12/2014), memaparkan tim pengkaji berasal dari berbagai instansi diantaranya BPS. Jika Kajian tersebut sudah terbentuk hasilnya disampaikan kepada beberapa pihak diantarnya pihak Pemerintah Daerah. 

Hasil kajian tersebut, diantaranya akan memuat  koreksi atas menetapan upah yang memungkinkan untuk daerah dengan hasil KHL paling tinggi. Diharapkan nilai UMK tidak terlalu  tinggi berbeda dengan yang dibuat tim. Dengan hasil kajian ini, diharapkan untuk daerah dalam penetapan UMK yang belum 100 persen KHL   bisa mengubah  menjadi 100 KHL. (als)



Diberdayakan oleh Blogger.