header_ads

Manajemen Mutu ISO 9001:2008

BERITA BOGOR - Sistem Manajemen Mutu 9001:2008 adalah sosialisasi mengenai Sistem Manajemen Mutu 9001:2008. 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor sebagai salah satu instansi pemerintah yang menyelenggarakan pelayanan publik secara bertahap berupaya untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu 9001:2008 pada lingkup Penyusunan Rencana Kerja Pemerinrah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor.

Untuk mendukung langkah ini telah dibentuk Tim Teknis Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Bappeda Kabupaten Bogor melalui Keputusan Kepala Bappeda Kabupaten Bogor Nomor 050/930-Prolap tanggal 19 November 2014 yang memperbarui keputusan sebelumnya terkait dengan susunan personalia Tim Teknis Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Salah satu tahapan yang harus dilakukan dalam rangka penerapan Sistem Manajemen Mutu 9001:2008 adalah sosialisasi mengenai Sistem Manajemen Mutu 9001:2008. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 November 2014 bertempat di Ruang Rapat A Bappeda Kabupaten Bogor. 

Acara yang dihadiri oleh Kepala Bappeda beserta jajarannya ini bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) seluruh pegawai Bappeda akan pentingnya penerapan suatu sistem yang dapat menjamin peningkatan kualitas pelayanan terhadap pengguna layanan, dalam hal ini seluruh SKPD yang terlibat dalam proses penyusunan RKPD Kabupaten Bogor.

Dalam arahannya Kepala Bappeda Dr. Ir. Syarifah Sofiah, M.Si menegaskan secara pribadi komitmennya untuk menerapkan SMM ISO 9001:2008 lingkup Penyusunan RKPD sehingga kualitas produk perencanaan yang disusun oleh Bappeda ini semakin baik. Kepala Bappeda juga meminta kepada seluruh pegawai untuk bersama-sama memegang komitmen ini dengan memberikan kontribusi sebesar-besarnya demi suksesnya penerapan SMM ISO 9001:2008 lingkup Penyusunan RKPD.

Disamping melakukan sosialisasi, kegiatan tersebut dijadikan pula wahana bagi Tim Teknis untuk membahas beberapa langkah strategis yang akan ditempuh demi suksesnya penerapan sistem ini di Bappeda. Ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari pembahasan tersebut, antara lain Kebijakan Mutu dievaluasi dengan mempertimbangkan visi dan misi yang tercantum di dalam Renstra Bappeda yang baru (Renstra Bappeda Tahun 2013-2018).

Berdasarkan hasil evaluasi dan arahan Top Manajemen, maka rumusan Kebijakan Mutu yang baru adalah mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas dengan didukung oleh sumber daya yang profesional, dan memperbaiki dan meningkatkan efektifitas kerja Sistem Manajemen Mutu secara berkesinambungan.

Kebijakan Mutu tersebut didokumentasikan ke dalam dokumen ISO untuk ditetapkan/disahkan dan disosialisasikan oleh Tim Teknis ke seluruh pegawai Bappeda melalui berbagai media. Arahan Top Manajemen, disamping saat penyampaian arahan pada saat apel pagi, Kebijakan Mutu harus sering disampaikan pada saat rapat/briefing staf dan dipasang di ruangan kerja.

Untuk mencapai kebijakan mutu dimaksud, Tim Teknis juga melakukan evaluasi atas Sasaran Mutu yang berdasarkan hasil audit eksternal menjadi salah satu unsur ketidaksesuaian. Rapat akhirnya memutuskan bahwa Sasaran Mutu Bappeda Kabupaten Bogor diubah menjadi “Tersusunnya dokumen RKPD yang berkualitas dan tepat waktu serta tercapainya rata-rata tingkat kepuasan pelanggan (SKPD pengguna jasa layanan Bappeda) di atas 70 persen”.

Terkait 5 (lima) ketidaksesuaian hasil audit eksternal yang belum closing, Top Manajemen menargetkan closing untuk seluruh ketidaksesuaian paling lambat pada Minggu terakhir Bulan November 2014. Setelah closing semua ketidaksesuaian, surveilan pertama rencananya akan dilaksanakan pada minggu keempat Bulan Desember 2014.

Top Manajemen memerintahkan kepada seluruh pegawai khususnya Tim Teknis Penerapan SMM ISO 9001:2008 untuk melengkapi seluruh prosedur persyaratan SMM ISO 9001:2008 dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada SKPD yang menjadi pelanggan/pengguna jasa pelayanan Bappeda. (red)



Diberdayakan oleh Blogger.