header_ads

Jalan Pasar Ciluar Terancam Rusak

BERITA BOGOR - Jalan Pasar Ciluar Sukaraja Bogor belum dilengkapi infrastruktur saluran air yang memadai. 

Kondisi Jalan Pasar Ciluar diprediksi tak mampu bertahan lebih lama dari yang diharapkan, pasarnya lapisan aspal yang belum lama ini dibangun mulai terkikis sedikit demi sedikit oleh derasnya aliran air saat hujan mengguyur yang menggenangi Jalan Kabupaten tersebut.

Hal ini disebabkan belum adanya saluran air sepanjang kurang lebih 300 meter, mulai dari Jembatan Pasar Ciluer hingga Talangsari Rt 02 Rw 02 Desa Pasir Laja yang berbatasan langsung dengan Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. "Kalau hujan airnya mengalir dijalanan membuat jalan licin dan rawan kecelakaan. Ini karena belum adanya saluran air di sisi batas Talangsari Desa Cijujung sampai ke Pasar Ciluar yang baru dibangun," kata Umay (46) warga setempat. 

Dirinya juga mengungkapkan banyaknya sampah yang tercecer di sekitar reruntuhan Talang Air yang masih terbengkalai. "Masih ada warga yang belum sadar membuang sampah sembarang tempat, jadi ketika hujan turun membuat sampah yang terbawa air itu menghampar di sepanjang Jalan Pasar Ciluar ini. Kalau dibiarkan terus bisa rusak jalan aspal yang baru diperbaiki ini," ungkapnya. 

Hal senada dikatakan Imam (18), warga setempat, yang merasa terganggu dengan banyaknya sampah di jalan bila hujan turun, sehingga membuat dirinya ekstra hati - hati saat melintas jalan tersebut. "Belum lama ini ada yang terjatuh dari motor lantaran saat menikung ternyata ban depan sepeda motornya terpeleset akibat sampah plastik yang menghampar di depan Pasar Ciluar. Beruntung hanya luka lecet saja, tapi kan tetap berbahaya bila kita tidak berhati - hati lewat sini," katanya.

Dirinya mendesak aparat Rw setempat mengusulkan kepada pihak Desa agar dibangun saluran air mulai dari Talangsari hingga ke jembatan Pasar Ciluar. "Anehnya lagi, kenapa didepan bangunan Pasar Ciluar tidak dibangun sekaligus saluran airnya, seharusnya pihak PD Pasar setempat membangun saluran air juga," kritik dia. (ibp) 
Diberdayakan oleh Blogger.