header_ads

Dari Kelas Jadi Keluarga Besar

BERITA BOGOR - Rasa rindu, haru, bahagia mewarnai temu kangen alumni SDN Citeureup VI Angkatan 1990/1991 di Vila Hambalang Bogor. 
. 
Hymne Guru yang dilantunkan bersama tak mampu membendung linangan air mata haru puluhan alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citeureup VI, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang menghadiri acara Temu Kangen Reuni di Vila kawasan Hambalang Bogor, Minggu (7/12/2014) siang. 
Mantan Wali Kelas VI SDN Citeureup VI yang diundang secara khusus, H. Makdum mengaku sangat terharu dapat bercengkerama kembali bersama para anak didiknya setelah 23 tahun berpisah pasca kelulusan di tahun 1991 silam. Pertemuan ini dianggapnya sebagai penghargaan yang tak ternilai dengan apapun sebab memiliki makna sangat mendalam, sesuai tema reuni "Menjalin dan Mempererat Silaturahmi". 
Dirinya menuturkan bahwa kegiatan ini sesuai dengan momentum peringatan HUT Ke-69 PGRI Tahun 2014 yang mengangkat tema tentang nilai – nilai penguatan implementasi Kurikulum 2013 melalui penegakan Kode Etik Guru untuk mendukung revolusi mental bangsa. "Saya tak menyangka, kita semua berangkat dari ruang kelas menjadi sebuah keluarga besar dalam silaturahmi ini, semoga setiap tahun terus ditingkatkan menjadi silaturahim yang semakin kuat," tuturnya dihadapan alumni dengan mata berkaca-kaca. 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Reuni, Muhammad Jajang Zaenuddin atas nama para alumni mengungkapkan rasa terima kasih yang tiada ternilai kepada para guru khususnya wali kelas yang telah memberikan bimbingan ilmu pengetahuan, motivasi dan do'a restu sehingga para alumni termotivasi untuk terus percaya diri dalam berdaya saing yang mandiri. "Pesan wali kelas tak akan pernah kami lupakan untuk selalu berkarya, berkarir dan berusaha guna menggapai masa depan tanpa rasa minder," paparnya.
Tak hanya itu, para alumni yang masing-masing hadir bersama anggota keluarganya diminta untuk mengisahkan kenangan semasa sekolah. Chan Tiaw mengutarakan kenangan paling terkesan saat praktik olahraga dimana Wali Kelas kerap mengajarkan Jurus Dung Dung saat senam pagi. Sedangkan Sumiati mengaku tak pernah melupakan kisah dirinya dihukum oleh seorang Guru bernama Satibi lantaran dirinya kepergok memanjat pohon jambu yang ada di belakang gedung sekolah.
Acara berlangsung penuh kekeluargaan ini dimeriahkan dengan fun games, door prize, hiburan organ tunggal dan foto bersama. Kendati demikian, para alumni juga memanjatkan do'a secara khusu' ditujukan bagi rekan - rekan alumni yang telah kembali ke Rahmatullah, diantaranya Elvis Syahri (alm), Andris Firmansyah (alm), Adi Wijaya (alm), Solihin (alm), Handa (alm) dan Eti Mulyati (Almh). *als
 Ketua Panitia Reuni, atas nama alumni mengungkapkan terima kasih tak ternilai kepada para guru (7/12)




Diberdayakan oleh Blogger.