header_ads

Desa Kecewa Dana Infrastruktur Terlambat

BERITA BOGOR - Masalah Dana Terlambat Cair Membuat Sejumlah Proyek Desa di Kecamatan Cibinong Tertunda. 

Pembangunan infrastruktur di sejumlah kelurahan dan desa harus tertunda dilaksanakan karena keterlambatan pencairan dana dari Dinas Pengelolaan Keuangan Barang Daerah (DPKBP) Kabupaten Bogor. 

“Termin pertama sudah selesai, sekarang ini tinggal termin kedua. Dana tersebut diperkirakan akan hangus atau masuk silpa, karena batasnya tanggal 15 Desember ini. Kalau pun cair sebelum tanggal 15 Desember tidak mungkin bisa menyelesaikan proyek dalam waktu yang demikian singkat,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Roy Khoerudin, kepada PAKAR di Cibinong, Kamis (11/12/2014).

Saat dikonformasi, staf Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Mustofa, membenarkan bahwa sampai saat ini ada anggaran 2014 untuk infrastruktur belum turun dari Pemkab Bogor. “Seharusnya kita membangun jalan sepanjang 1,5 kilometer. Anggarannya sudah dialokasikan oleh pemkab. Tetapi karena anggarannya belum turun dari pemkab, terpaksa ditunda. Apabila turun dalam waktu dekat, belum tentu bisa langsung dikerjakan, kalau pun dikerjakan tidak mungkin selesai, karena kita juga harus membuat laporan,”ujar Mustofa, Kamis (11/12/2014).

Menurutnya, keterlambatan ini mungkin disebabkan beberapa faktor. Antara lain, jumlah SDM di DPKBD yang kurang, sehingga kewalahan melayani seluruh berkas. Sebab yang diurus oleh DPKBD, tidak hanya desa dan kelurahan, melainkan juga 28 dinas. Belum lagi pemborong dan sebagainya. Kemungkinan lain, karena sebelumnya ada surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penangguhan pencairan anggaran, ditambah lagi pengajuan anggaran dari desa yang tidak seremtak, sehingga menyulitkan DPKBD memrosesnya.

“Semua berkas pengajuan baik dari desa maupun kelurahan, baik itu rekening dan lain sebagainya, sudah diserahkan ke DPKBD untuk diproses menjadi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Tetapi karena berbagai hal tadi, pencairannya terlambat,” katanya.

Dirinya tidak meyinggung berapa banyak desa dan kelurahan yang mengalami keterlambatan pencairan dana. Sekertaris DPKBD, Kabupaten Bogor, Sefiyanto Susanto, yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil ditemui. Saat hal ini ditanyakan kepada Sekertaris Daerah (Sekda), Kabupaten Bogor, Adang Suptandar meminta wartawan langsung menanyakannya kepada Kepala DPKBD Rustandi, atau Sekertaris Sefiyanto Susanto.

“Supaya lebih jelas informasinya, mengenai APBD yang belum terserap secara keseluruhan, sebab mereka lebih paham. Kalau tidak ketemu, Jumat (12/12) pagi bisa ditemui kembali, setelah selesai apel, tapi itu juga kalau beliau tidak pergi kemana mana,” katanya. (red/adi) foto ilustrasi


Diberdayakan oleh Blogger.