Ads

Woro Januarti: Membangun Sekolah Bersih

 Sekolah Adiwiyata Mandiri SD Islam Al Azhar 27 
Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor


MEMBANGUN SEKOLAH BERSIH 
DAN SDM PEDULI LINGKUNGAN


BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Isu lingkungan hidup telah menjadi isu global. Menipisnya lapisan ozon, kebakaran hutan, tanah longsor, bencana banjir adalah sebagian besar persoalan lingkungan yang perlu kiranya mendapat perhatian khusus dan serius dari semua elemen masyarakat dan umat manusia di bumi. 

Masalah lingkungan yang kita hadapi pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Jika hal ini tak segera diatasi ujungnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara Lingkungan Hidup sangat peduli pada isu lingkungan hidup tersebut. Untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, Kementrian Negara Lingkungan Hidup menggulirkan program Adiwiyata di lingkup sekolah-sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta.

Perjalanan Mencapai Puncak Prestasi Sekolah Berwawasan Lingkungan  

SD Islam Al Azhar 27 Cibinong merupakan salah satu dari sekian sekolah yang ditunjuk Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk menggulirkan program AdiwIyata. Bersama PT Astra Otoparts Regional Bogor (selaku CSR), yang menjadi mitra kerjasama, SD Islam Al-Azhar 27 Cibinong mulai menata lingkungan sekolahnya, bukan hanya sarana-prasarananya tapi juga sumber daya manusianya.

Membangun sekolah Adiwiyata dibutuhkan tata kelola lingkungan dan sistem dengan 4 standar yang harus dilakukan secara sinergi, terstruktur, dan penuh dengan strategi dan inovasi.  Demikian papar Woro Januarti, M.Pd., sebagai koordinator atau pimpinan program Adiwiyata SD Islam Al Azhar 27 Cibinong yang sukses mengantarkan SD Islam  Al Azhar 27 Cibinong meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Mandiri, dimanapenghargaan tersebut merupakan pencapaian tertinggi dibidang pendidikan berwawasan lingkungan yang dianugerahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Pencapaian Adiwiyata Mandiri SD Islam Al Azhar 27 Cibinong  diraih melalui tahapan-tahapan, yaitu dari tingkat Kabupaten, tahun 2014,lalu naik ke jenjang berikutnya, penghargaan Adiwiyatatingkat Propinsi, tahun 2015, kemudian di tahun berikutnya, masih dengan semangat untuk membangun sistem dan menciptakan lingkungan sekolah yang madani, maka di tahun2016 sukses meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. 

Perjuangan tak berhenti, semangat tidak luntur, dengan dukungan tim yang solid tim Adiwiyata SDI Al Azhar 27 Cibinong yang dipimpin oleh Woro Januarti, M.Pd., kembali bergerak meluncurkan program sekolah berwawasan lingkungan untuk verifikasi ke tingkat Mandiri, tahun 2017, tepatnyapada tanggal 18 April 2017. 

Salah satu persyaratan sekolah adiwiyata mandiri adalah mempunyai 10 sekolah binaan dan pengembangan program sekolah berwawasan lingkungan dengan kajian lingkungan.Program yang kemudian diluncurkan adalah pengelolaan sampah. Maka di SDIAl Azhar 27 Cibinong terbentuklah bank sampah DiHati 27.

Inovasi lainnya ialah kegiatan kurikulum berbasis lingkungan dengan menciptakan media pembelajaran lingkungan dengan media informasinyamelalui cipta kreasi yang ramah lingkungan yaitu membuat kreasi Wayang Botol atau biasa di sebut dengan WABO. Sedangkan untuk kegiatan berbasis partisipatif sekolah bersinergi dengan Astra Otopart regional Bogor dan Karang Taruna Kecamatan Sukaraja, Bogor, bersama-sama melakukan Gerakan Menanam 15.000 pohon di 13 Desa di Kecamatan Sukaraja, Bogor.

Setiap proses kegiatan membangun lingkungan adalah ide kreatif, kesungguhan, relationship serta leadership yang baik,yakni bagaimana memimpin tim, mengelola serta mendokumentasikan berbagai kegiatan untuk diverifikasi secara valid keabsahannya. Sekolah belajar membuat kebijakan, dengan audit internal untuk mengevaluasisetiap hasil yang telah dicapai.

Adiwiyata adalah SENI; seni menciptakan lingkungan baru yang lebih nyaman,  seni manata ketaatan atau konsisten, seni menata  pertemanan  dengankemitraan, seni mencari jaringan dengan mencari sekolah binaan, seni komunikasi dengan keahlian mengkomunikasikan standar adiwiyata kedalam pelaksanaan di lingkungan pendidikan dan non kependidikan, seni mengelola manajemen dengan dana terbatas tapi mampu memenuhi kebutuhan yang diperlukan. seni menciptakan kreasi dengan kreatifitas dari barang limbah menjadi berkah dan manfaat, seni menciptakan sugesti mengajak orang untuk bisa mengikuti pogram adiwiyata, dan masih banyak lagi seni yang lain dari kegiatan Adiwiyata.

Dalam program Adiwiyata sekolah menata setiap kebutuhan dengan 4 standar yang ditentukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.Kriteria penilaian berdasarkan 4 standar tersebut adalah bagaimana sekolah bisa menterjemahkan Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata  ke lingkungan sekolah yakni:
1.    Sekolah bisa menuangkan kebijakan berwawasan lingkungan, menjalankan visi dan misi sekolah berwawasan lingkungan.
2.    Mengelola kurikulum berwawasan lingkungan  yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Dengan bermuara pada pemahaman lingkungan hidup bagi siswa, dari setiap hasil pembelajaran siswa memahami dan guru menuntun secara ikhlas bahwa akhir dari pembelajaran adalah kembali  kepada mencintai lingkungan  yang akhirnya manusia akan menjadi khusnul khotimah.
3.    Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif. Secara runtut dan saling berkaitan bahwa kekuatan dan kesuksesan adalah bersatu, bersinergi dan adanya kemitraaan maka standar ke-3 adalah bagaimana sekolah adiwiyata bisa menerapkan kegiatan partisipatif berwawasan lingkungan. Bermitra adalah bergandengtangandengan berbagai pihak terkait dan bersama-sama berkomitmen menciptakan sekolah berwawasan linkungan.
4.    Bagian yang tidak kalah penting adalah bagaimana menciptakan dan mengaktualisasikan setiap ide dalam sebuah sarana dan prasarana berwawasan lingkungan. Semua yang dihadirkan dan fasilitas kegiatan pembelajaran harus berpatokan pada pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Bagai sebuah karya besar diciptakan dalam mengelola Sekolah Adiwiyata?. Woro Januarti menegaskan  bahwa modal utama adalah integritas, berani manjadi agen perubahan, dan mempunyai inovasi serta kreatifitas dalam mengelola lingkungan sekolah dengan  menilai kondisi sekolah melalui  kajian lingkungannya. 

Sebagai agen perubahan tidaklah mudah untuk “melawan tantangan” yang ada di lingkungan (sekolah), karena merubah pola pikir, menciptakan budaya serta membentuk “peradaban baru” adalah proses panjang yang tak boleh kenal lelah dan menyerah. Mental berani melakukan inovasi inilah yang harus dibangun untuk menjadi penggiat selolah adiwiyata.

Berjuang dan bekerja dengan kreatifitas yang tinggi, dengan enerji yang penuh serta ketabahan jiwa, karena tidak jarang cercaan dan makian akan terlontar akibat efek dari proses penyadaran peduli lingkungan yang penggiat lakukan. Kekuatan mental penggiat lingkungan terus diasah dan diuji. karena kerja untuk peduli lingkunganbermodal panggilan hati  bukan karen upeti. 

Sungguh sesuatu yang miris bila dikatakan bahwa program Adiwiyata sekolah ini yang merupakan ujung tombak dari program pemerintah khususnya Kementerian Lingkungan Hidup yang sangat bagus dan mulia ini, bila dalam prosesnya tidak bisa dijalankan karena susahnya dukungan dan respon yang baik dari sebagian warga sekolah.

Masih banyak orang kurang paham akan konsep dan makna sekolah adiwiyata . Apabila dipahami secara jeli dan dengan hati nurani, sekolah adiwiyata adalah pendidikan sesungguhnya. Karena konsep dasar sekolah adiwiyata adalah membentuk karakter, budaya bahkan peradaban baru yang memahami bahwa hidup adalah kembali kepada kodrat manusia sebagai khalifah di bumi.

Kita jaga bumi maka bumi jaga kita. Makna itulah yang akan ditanamkan dalam pola pikir warga sekolah. Kecerdasan akan berarti bila menyatu antara hati dan pikiran untuk menciptakan keindahan rasa dan karsa.Adanya peduli lingkungan maka akan ada kenyamanan untuk belajar, berkarya dan bahkan berkembangbiak secara sehat, Itulah prinsip dari Sekolah Adiwiyata yang sesungguhnya. Dan, dari sekolah Al Azhar 27 Cibinong,saya, Woro Januari berharap seluruh sekolah di tanah air bisa menggiatkan adiwiyatasehingga dari dunia pendidikan akan mencipkakan negeri loh jinawi , sehat lahir dan batin.

Penulis adalah Penggiat Lingkungan
Woro Januarti, M.Pd, 
Koordinator, Evaluator dan Kreator Program Adiwiyata

Diberdayakan oleh Blogger.