Ads

WALHI Soroti Aktifitas Air Curah

Pemanfaat air tanah diminta taati aturan. 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) soroti kekeringan sumur air tanah dilingkungan warga yang terdampak usaha air curah, tak lain karna adanya eksploitasi besar-besaran oleh oknum pengusaha pemanfaatan air tanah.

Manager Kampanye Pangan, Air dan Ekosistem Esensial, pada Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Wahyu, menerangkan bahwa permasalahan Kerusakan Lingkungan yang menyebabkan krisis air tanah warga, harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah setempat. 

“Pemerintah harus paham kondisi Masalah yang dialami masyarakatnya, krisis air tanah lingkungan warga karna dampak keberadaan lokasi usaha Air Curah yang menggunakan air tanah, sudah semakin mengkhawatirkan karna terjadi kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat sekitarnya,” terangnya, Senin (12/06/2017) kemarin. 

Selain dampak kekeringan air tanah, Walhi menilai dalam jangka waktu kedepan dapat menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi seperti datangnya penyakit terhadap masyarakat sekitar. Selain itu, penyebabnya tak lain adanya kerusakan lingkungan secara nyata.

Salah satu dampak krisis air tanah, juga dialami oleh warga kampung Tegal RT24/RW07 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, tepat bersebelahan dengan keberadaan lokasi distributor isi ulang air minum bernama ‘Origen’ yang berada di Desa Klapanunggal.

Wahyu, selaku menjabat sebagai manager kampanye yang salah satu menangani permasalahan sumber daya air ini, menjelaskan dirinya berasumsi jika pelaku usaha air di klapanunggal yang diberitakan selama ini ‘jika’ tak memiliki AMDAL itu bisa dipastikan tak memiliki izin pengambilan air, ataupun kalaupun ada itu tidak melewati proses yang benar.

“Saya yakin sekali, izin yang dimiliki pelaku usaha air curah ‘Origen’ tersebut tidak melalui proses yang benar. Sebab, sudah terjadi dampak kerusakan yang serius ditengah lingkungan masyarakat sekitar,” kata Wahyu melalui selulernya.

Sejumlah hak masyarakat yang dilanggar, kata Wahyu, adalah hak atas lingkungan, hak akses terhadap sumber daya alam yang memungkin mereka untuk hidup dan bertahan, hak tanah, pangan, air dan udara.

Dirinya, Wahyu menambahkan, Daya Dukung dan Daya Tampung air lingkungan yang diambil terus-terusan oleh pengusaha air curah tersebut menyebabkan kerusakan lingkungannya. Dan terlihat sudah mengabaikan kebutuhan hak masyarakat sekitar.

“Jika laporan pengaduan warga disana sudah kami ‘Walhi’ terima, pihak kita akan langsung turun kelokasi tersebut melakukan sidak dan kajian konservasi lingkungan. Menurut peraturan yang ada tentang Lingkungan Hidup, setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahannya,” terangnya.  (red) sumber: zonapantaucom

Diberdayakan oleh Blogger.