Ads

PPLHI Bakal Laporkan TLB Resort Ciawi

Bila dibiarkan, TLB Resort Ciawi bisa akibatkan bencana 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLHI) bakal melaporkan dugaan perusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Ekosistem akibat aktivitas pemerataan tanah serta pembukaan jalan akses masuk pada proyek The Leaft Boutique (TLB) Resort Ciawi ke Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Hal itu ditegaskan Ketua PPLHI Muhamad Nurman, saat dihubungi melalui seluler, Minggu (04/06/2017).

Menurutnya, wilayah Kecamatan Ciawi merupakan bagian hulu sungai Ciliwung yang mengalir ke Jakarta dan sekitarnya dan bencana banjir di Ibu Kota. Disisi lain, bencana banjir di Ibu Kota disebabkan berkurangnya area resapan air serta alih fungsi lahan menjadi pemukiman di kawasan hulu sungai. salah satunya pembangunan perumahan elite TLB Resoert Ciawi.

"Pembangunan TLB Resort Ciawi secara tidak langsung akan berkontribusi terhadap bencana banjir di Ibu Kota. Apalagi, dalam pengerjaannya diduga merusak ekosistem serta Daerah Aliran Sungai (DAS), seharusnya tidak ada pembiaran oleh Pemkab Bogor atas pelanggaran yang terjadi," ungkapnya.

Apabila tidak juga dilakukan tindakan, kata dia lagi, PPLHI akan terjun kelokasi untuk menindaklanjuti sejauh mana dugaan pelanggaran yang terjadi, setelah itu melaporkan persoalan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian PUPR demi menjaga kelestrian alam semesta.

"Jika pelanggaran tetap dibiarkan, kami akan laporkan ke kementrian terkait," imbuhnya.

Lebih lanjut, Nurman memaparkan, pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup sudah diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2009, jadi setiap pembangunan tidak bisa dilaksanakan tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku. Selain itu, perusakan Daerah Aliran Sungai adalah perbuatan melawan hukum.

"Bila terbukti pembangunan tersebut melanggar Undang-undang dan aturan khususnya lingkungan hidup, maka pemilik bangunan tersebut bisa dipidanakan," paparnya.

Camat Ciawi, Bambang Setiawan menjelaskan, dugaan adanya pelanggaran ekosistem dan perusakan DAS pada pengerjaan aktivitas pemeratan tanah serta pembukaan akses masuk TLB Resort Ciawi sudah ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui dinas terkait.

" Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah turun ke lokasi untuk melakukan kajian terkait dugaan perusakan lingkungan," singkatnya. (rif)


Diberdayakan oleh Blogger.