Ads

Menyambut Hari Jadi Bogor Ke 535

Bupati Bogor mengajak masyarakat bersatu. 

BERITA BOGORHari Jadi Bogor Ke 535 momentum untuk menguatkan rasa keberagaman Indonesia dengan mengedepankan kebersamaan yang dibingkai dalam ideogi Pancasila.

Bupati Bogor, Nurhayanti, mengajak masyarakat Kabupaten Bogor menjadikan momentum HJB ke-535 untuk menguatkan komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Walapun kita berbeda, tapi tetap satu dalam bingkai ideologi Pancasila UUD 45 dan NKRI," tegasnya, Sabtu, (03/06/2017). 

Bupati Bogor mengajak masyarakat tetap memelihara harmoni yang seirama dan mengingatkan satu sama lainnya agar mampu menyikapi tantangan pembangunan dengan kesadaran penuh bahwa kebersamaan adalah kekuatan bersama. 

"Ada lima program prioritas di tahun 2017 ini yang akan diwujudkan sebagai upaya mewujudkan cita-cita sebagai Kabupaten Termaju di Indonesia," paparnya. 

Lima program prioritas itu adalah peningkatan aksesbilitas sarana prasarana di wilayah, peningkatan daya saing ekonomi daerah, peningkatan kualitas dan kuantitas bidang pendidikan dan kesehatan, peningkatan penyelenggaraan kesejehteraan sosial dan kemasyarakatan dan pemantapan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan. 

Untuk tahun 2018 di mana ada 4 ajang besar yaitu Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Pemilihan Bupati Bogor, Porda dan Peparda Jawa Barat. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga kondusitifitas. Karena keberhasilan dalam ajang besar itu bergantung pada kedewasaan dalam berdemokrasi.

Bupati Bogor mengingatkan agar seluruh masyarakat Bumi Tegar Beriman tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah yaitu Sunda agar nantinya tidak terkikis oleh globalisasi dan bisa diwarisi oleh para generasi penerus bangsa.

"Kecintaan terhadap budaya daerah Sunda ini akan membantu menguatkan rasa memiliki akan Kabupaten Bogor, tentunya tanpa menghilangkan kesadaran bahwa kita hidup di tengah keberagaman budaya yang juga harus dihargai," jelasnya. 

Dalam konteks kebangsaan, lanjut Bupati, harus tetap memperkuat pijakan pada budaya daerah, namun di saat yang sama kita tetap memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya. (krisnur)



Diberdayakan oleh Blogger.