Ads

LSM Garuda Menyoal Penanganan Kasus Kades Tamansari

GS kepada awak media beralibi tidak ditangkap Polisi. 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Polres Bogor telah meminta keterangan Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, GS, Selasa malam (6/6/2017) lalu, sekira pukul 00.00 WIB, dibantah GS yang yang mengaku tidak ditangkap. Dirinya beralibi saat itu sedang berada dikediamannya. 

Mengetahui hal ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda menyoroti tajam kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan surat-surat tanah yang melibatkan Kepala Desa GS. 

Ketua Umum LSM Garuda, Abah Gandi, Lc, menyayangkan penangguhan penahanan Kades GS atas jaminan Bupati Bogor. “Kalau betul Bupati melakukan penjaminan penangguhan penahanan terhadap Kades GS, ini bakal menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Abah Gandi mengemukakan, sedikitnya ada dua hal prinsip dalam kasus Kades GS. “Pertama itu kasus pidana. Masak sih kasus pidana dan pribadi menjadi urusan dan dijamin pemerintah. Kedua, jaminan Bupati seperti ini bakal berdampak buruk karena semua kepala desa atau jajaran pegawai Pemkab Bogor bakal tak jera terlibat urusan hukum,” bebernya.

Sebelumnya, Kanit Tipiter Polres Bogor Iptu Aji Lesmana yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan, Kades GS tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara dan ada penjamin serta dianggap tidak bakal melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor telah meminta keterangan Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, GS, Selasa malam (6/6/2017) sekira pukul 00.00 WIB. Namun, keesokan harinya, GS, yang dikonfirmasi awak media beralibi tidak benar ditangkap dan dirinya sedang ada di rumahnya.

Kasus yang menimpa Kades GS adalah diduga menyewakan sebidang tanah milik orang lain ke pihak perusahaan provider untuk mendirikan Base Transceiver System (BTS) atau tower pemancar telekomunikasi dan diduga modusnya dengan cara memalsukan surat-surat tanah. (zonapantau/red)
Diberdayakan oleh Blogger.