Ads

KWH Token Listrik Semakin Mahal

Harga pembelian pulsa tidak sesuau jumlah kilo Watt hour.  

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Tudingan ada mafia listrik di negeri ini masih terbantahkan. Pihak PLN, salah satunya yang menganggap ada salah persepsi dalam hal pembelian pulsa Rp 100.000 yang hanya mendapatkan 66 kilo Watt hour (kWh). 

Hal ini pernah terungkap dan masih dirasakan dampaknya hingga saat ini. Mantan Menko bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, pernah mengeluarkan pernyataan yang mengundang banyak reaksi dari berbagai pihak. Ia menyebut ada permainan di sistem listrik prabayar (token) atau pulsa listrik di PT PLN (Persero).

Faktanya, pernyataan Rizal Ramli, bisa jadi ada benarnya yakni kejamnya sistem pembelian pulsa listrik terutama bagi rakyat miskin. Diantaranya, Ny.Nurlailla, Ibu rumah tangga di Bogor merasa resah selama ini harga Token PLN. "Token yang dibeli tidak sesuai dengan tarif yang tertera pada Meteran PLN. Saya beli Rp102 ribu tapi hanya tertera 66.00, begitu pun saya beli Rp52ribu tertera 33.00 saja," keluhnya, Senin (01/05/2017). 

Tak hanya itu, keluhan masyarakat juga marak di situs listrik.org Eko Tunaningsih, Marketing Properti Syari'ah mengaku kecewa atas kebijakan PLN yang kerap menaikkan TDL. "Biasanya saya sebulan paling habis 150 ribu buat beli token PLN, tapi sekarang 200 ribu saja tidak cukup buat sebulan. Semakin mahal saja listrik buat rakyat menengah kebawah," keluhnya. 

Faiz Pananrangi, Guru SMAN 1 Kendal menyampaikan sindirian pedas atas ketidakberpihakan Pemerintah kepada masyrakat menengah bawah. "Keberhasilan pemerintah mengurangi kemiskinan hanya dengan menaikkan tarif listrik 900VA, itu sama artinya rakyat miskin tidak bisa hidup nyaman dengan harga murah. Ini faktanya, Janji Jokowi saat kampanye tidak pernah terbukti pro rakyat kecil," kritiknya. 

Untuk diketahui, PLN memiliki golongan tarif pelanggan subsidi dan non-subsidi. 2 golongan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah adalah golongan R1 450VA dan R1 900VA. Sedangkan Golongan 1300VA ke atas sudah tidak mendapatkan subsidi.  Pada semester awal 2017, akan terjadi transisi golongan R1 900VA akan dipecah menjadi 900VA subsidi dan 900VA non-subsidi. (als) 







Diberdayakan oleh Blogger.