Ads

Camat Ciawi Minta Maaf Soal Rekaman

Camat Ciawi Didemo Warga gara-gara beredar rekaman. 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Beredar rekaman pembicaraan Camat Ciawi dengan sejumlah LSM, warga yang merasa resah demo dan meminta Bupati Bogor menindak tegas. 

Melihat aksi itu, dalam pertemuan yang didampingi jajaran TNI/Polri, Camat Ciawi menyampaikan permohonan meminta maaf bila mana pembicaraan dalam rekamannya sudah menyinggung perasaan masyarakat dan pihak desa. 

"Kami sudah melakukan pertemuan dan sepakat untuk islah. Saya juga sudah meminta maaf jadi persoalan ini tidak perlu berkepanjangan. Soal motif apa yang ada dibalik beredarnya rekaman pembicaraan, itu saya tidak mau berkomentar," ucap Camat Ciawi, Bambang Setiawan. 

Sebelumnya  beredar rekaman pembicaraan antara Camat Ciawi dengan salah seorang anggota LSM terkait dugaan penyalahgunaan dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni serta penyaluran Beras Miskin. 

Rekaman berdurasi sekitar menit itu mengejutkan Pemerintah Desa dan masyarakat wilayah Kecamatan Ciawi. Pasalnya, dalam rekaman itu terdengar suara Camat Ciawi. 

"Kalau Desa Jambu Luwuk sudah Kooperatif, jadi harus diamankan. Yang harus didatangi alias di cek adalah Desa Citapen, Desa Cibedug dan Desa Teluk Pinang. Jangan datang ke kantor desa, tapi turun saja langsung ke warga penerima bantuan, kan datanya sudah ada," demikian cuplikannya. 

Tak sampai disitu, beredarnya rekaman itu juga menuai reaksi masyarakat sehingga memancing aksi demo puluhan warga di Desa Citapen, Rabu (17/05/2017). 

Dalam aksinya, peserta unjuk rasa mengecam Camat Ciawi. "Ini tidak bisa Dibiarkan, Camat Ciawi harus dicopot dari jabatannya, karena bukan saja dianggap telah berkomplot dengan oknum LSM tetapi juga melukai perasaan warga," ungkap Aziz salah seorang Ketua RW di Desa Citapen yang ikut aksi demo tersebut. 

Terpisah, Staf Desa Teluk Pinang yang namanya enggan disebutkan mengaku didatangi oleh oknum LSM yang terlibat dalam rekaman pembicaraan dengan Camat Ciawi beberapa waktu lalu dan dimintai sejumlah uang.

"Beberapa waktu lalu ada tiga orang yang mengaku anggota LSM datang ke kantor desa serta mengklaim sudah mengantongi bukti data dugaan penyalahgunaan penyaluran Raskrim lalu meminta sejumlah uang agar temuan mereka tidak dilaporkan ke Kejaksaan. Pas saya dengar rekaman yang beredar, suara si oknum LSM yang terlibat pembicaraan dengan pak Camat sama persis dengan yang meminta uang," terangnya. (rif)



Diberdayakan oleh Blogger.