Ads

Stok Gas Melon Terbatas Harga Melambung

STOK TERBATAS, LPG MELON TEMBUS DUA PULUH RIBU RUPIAH 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Stok gas (lpg) ukuran 3 kilogram yang biasa disebut gas melon terbatas, warga Kecamatan Sukaraja terpaksa harus rela membeli hingga Rp20 Ribu per tabung. 

Kendati gas melon tidak mengalami kelangkaan, namun stok yang sangat terbatas tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen setiap minggunya. "Mau tidak mau saya harus putar kampung mencari gas melon di toko atau warung di seputaran Desa Cijunjung dan Desa Pasirlaja yang harganya pun bervariasi Rp18 Ribu samapi Rp20 Ribu," ungkap Ucok (36) warga Pasirlaja, Rabu (5/4/2017) pagi. 

Menurut kesaksiannya, fenomena terbatasnya stok gas melon sudah terjadi hampir satu tahun terakhir ini. "Disini padat penduduk yang mayoriras membutuhkan gas melon. Anehnya, keterbatasan stok itu terjadi di semua toko maupun warung, jadi banyak yang cari gas melon hingga ke Leuwikotok, Pasir Kapapa, Cimandala dan Pomad yang jaraknya lebih dari satu kilometer dari rumah," tukasnya. 

Warga Cijunjung, Ny.Wiwik (47), juga mengeluhkan hal yang sama. "Saya curiga ada dugaan permainan agen atau toko yang sengaja menimbun gas melon. Soalnya, kalau satu toko tidak ada stok maka warung  dan toko -toko lainnya juga ikut kosong stoknya. Hal ini sering terjadi di perumahan ini dan di kampung sekitar sini," keluhnya. 

Pemilik warung Bougenville, Buyung membenarkan bahwa kiriman stok gas melon dari agen terdekat hanya dibatasi paling banyak 10 tabung. "Sedangkan disini ada ratusan Kepala Keluarga yang tidak kebagian. Belum lagi bila kiriman dari agen sering terlambat satu hingga dua hari, warga disini banyak yang komplain," kilahnya.

Dirinya mengaku sepuluh tabung yang diperdagangkan di warungnya bisa habis terjual hanya dalam hitungan hari saja. Sementara pihak agen menyuplai setiap minggu hanya dua kali saja. "Pemerintah harus konsisten memasok gas melon secara merata sesuai kebutuhan," harapnya. (dwitama)


Diberdayakan oleh Blogger.