Ads

Itsbat Nikah Massal Permudah Administrasi Kependudukan

Pasutri yang belum tercatat secara hukum wajib itsbat nikah. 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Pasangan yang telah menikah secara agama namun belum menikah secara hukum disarankan untuk melaksanakan Istbat Nikah. Hal ini bertujuan agar pasangan tersebut dapat mengurus administrasi kependudukan lebih mudah.

Guna pelayanan masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Leuwiliang menyelenggarakan kegiatan Itsbat Nikah Massal bekerjasama dengan Muspika Leuwiliang, Kantor Unit Agama (KUA) Kecamatan Leuwiliang dan Majelis Hakim Pengadilan Agama Cibinong di kantor kecamatan, Jumat (7/4/2017).

Camat Leuwiliang Chaeruka Judianto mengungkapkan latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut karena banyak pasutri yang belum tercatat secara hukum. Oleh karena itu kecamatan bersama MUI melakukan upaya untuk mendorong para pasutri agar memiliki surat nikah agar administrasi kependudukannya lebih mudah. "Nantinya mereka yang telah memiliki buku nikah akan lebih mudah dalam mengurus kependudukan, salah satunya akta anak dan yang lainnya," tuturnya.

Dirinya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memiliki bukti surat pernikahan secara hukum. "Jadi kesadaran masyarakat untuk memiliki legalitas bukti pernikahannya meningkat sehingga banyak kemudahan administrasi kependudukan yang akan mereka dapatkan," pungkasnya. 

Menurutnya, itsbat nikah massal tersebut untuk menikahkan mereka secara hukum dengan mendatangkan pengadilan agama untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. " Mereka yang di itsbat nikah merupakan pasangan yang telah menikah sebelumnya secara agama namun belum menikah secara hukum. Sebelum dinikahkan secara hukum, mereka akan dibuktikan dulu oleh pengadilan agama, apakah mereka benar pasutri atau bukan," katanya. 

Berdasarkan catatan, pasangan yang telah di itsbat pada hari pertama 26 pasangan, hari kedua 27 pasangan, hari ketiga 30 pasangan, dan hari ke empat 46 pasangan. (nday)


Diberdayakan oleh Blogger.