Ads

BPBD Jabar Gelar Simulasi HKBN 2017

Simulasi Siaga Hadapi Bencana HKBN Jabar 2017

BERITA BOGOR | beritabogor.com -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menggelar simulasi bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang pemahaman yang baik akan risiko bencana adalah salah satu kunci untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Untuk itu, melalui BPBD peningkatan pemahaman ini akan terus ditingkatkan melalui simulasi. 

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan simulasi ini sebagai sarana untuk melatih keterampilan -- tidak hanya untuk petugas namun juga bagi masyarakat tertimpa bencana. "Saya kira simulasi ini sangat penting. Jangan ada alat tapi tak terampil, tak bisa menggunakan, " ujar Demiz disela-sela simulasi di Gedung Sate, Kantor Gubenur Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (26/4/2017). 

Menurutnya, simulasi ini juga sebagai pengingat untuk masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di daerah sekitarnya. "Masyarakat juga harus diingatkan potensi bencana di Jawa Barat juga sangat luar biasa, banjir, gempa, longsor, dan lain-lain. Saya kira ini penting, terimakasih kepada BPBD yang sudah melatih anggotanya," ujar Wakil Gubernur Jabar. 

Simulasi ini digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di BPBD tingkat kabupaten/kota. Demiz menekankan bahwa simulasi adalah cara untuk menanggulangi apabila bencana terjadi, namun hal lain yang diperlukan adalah mitigasi untuk mengurangi terjadinya risiko bencana, baik korban jiwa maupun materi. "Selain masalah penanggulangan ini juga mitigasi. Jadi bagaimana mengurangai risiko bencana. Kan daerah-daerah yang rawan sudah kita tau, kemudian edukasi kepada masyarakatnya juga," papar Deddy Mizwar. 

Simulasi ini digelar dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, serta 10 tahun keluarnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kepala BPBD Jawa Barat Dicky Saromi mengatakan, pihaknya sengaja memilih Gedung Sate sebagai tempat simulasi karena tempat ini merupakan instalasi strategis di Jawa Barat yang harus segera mendapat prioritas penanganan apabila bencana terjadi. (als) 



Diberdayakan oleh Blogger.