Ads

Bapenda Targetkan Kenaikan PAD

Targetkan Kenaikan PAD Meski Ada Perubahan Undang-Undang 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Pengaruh perubahan Undang – Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2010 tentang perpajakan, membawa pengaruh cukup besar bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor, Dedi Bachtiar mengakui kenaikan target PAD yang semula hanya sebesar Rp2 triliun menjadi Rp2 triliun 145 miliar.  Hal ini merupakan salah satu usaha untuk mencapai indikator menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia. 

Menurutnya, dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) saat ini, harus diakui adanya godokan perubahan UU 28 Tahun 2010, yaitu draft dalam perubahan anggaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sedikit banyak telah mempengaruhi hasil.

“Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan presentasi akan turun. Hal ini berkaitan juga dengan Pajak Penghasilan atau PPh yang sudah ada 2,5 persen. Artinya, jika 2,5 persen ini berlaku adanya kemungkinan 50 persen potensi kita akan hilang,” jelas Dedi kepada wartawan, di Gedung DPRD, Senin (17/4/2017).

Dirinya mengukapkan, pengaruh perubahan UU tersebut cukup besar. "Karena sebelum aturan itu dilakukan, ada pendapatan yang signifikan untuk Kabupaten Bogor di BPHTB itu. Namun begitu, walau ada potensi yang lose, akan tetapi target untuk tahun 2018 lebih tinggi dibanding 2017. Saat ini dari anggaran Rp400 miliar itu realisasinya Rp500 miliar," ungkapnya. 

Dedi Bachtiar menjelaskan hal Ini merupakan capaian yang luar biasa. Jika target dinaikkan ditahun 2018 dengan total keseluruhan mencapai Rp6 triliun 145 miliar, "yang berarti pajak juga naik. Karena itu adalah indikator yang harus dicapai, pihaknya akan berusaha untuk itu," jelasnya. (red)


Diberdayakan oleh Blogger.