Ads

Bangunan Madrasah Tenjo Tak Terurus

MI Mathaulhuda Babakan 02 Ancam Keselamatan Siswa .

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Keberadaan  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathaulhuda Babakan 02 di Kampung Panunggulan RT 01/08, Desa Babakan, Kecamatan Tenjo seolah dilupakan Pemerintah Daerah. Sejak tahun 1991 , para siswa belajar dalam kondisi atap bolong-bolong.

Bangunan sekolah tersebut nampak rapuh, plafon yang rusak menimbulkan rembesan air. Saat hujan, buku pelajaran dan peralatan kantor banyak yang rusak lantaran basah diguyur kucuran air dari atap sekolah. Selain itu, lima unit komputer sekolah juga ikut rusak akibat terkena hujan.

Kepala Sekolah MI Mathaulhuda Babakan 02 Junaedi mengatakan, sejak sepuluh tahun terakhir kondisi sekolah memang rusak. Namun hingga saat ini sekolah tersebut belum tersentuh bantuan pemerintah daerah (pemda). Bahkan, beberapa ruang kelas ambruk dimakan usia dan pihak sekolah tak mampu memperbaikinya. Sehingga proses belajar mengajar siswa terpaksa digilir dalam satu ruangan yang disekat.

Menurutnya, saat ini jumlah siswa ada 246 orang. Lulusannya pun banyak yang sukses menjadi TNI, PNS dan tenaga pengajar di sekolah ini. Namun, hingga kini kondisi bangunan sekolah sudah memprihatinkan dan mengancam keselamatan siswa. “Sekolah kami seperti dianaktirikan, tak tersentuh bantuan pemerintah,” kesalnya.

Dirinya menjelaskan, kerusakan terjadi pada empat dari lima lokal sekolah. Kerusakan paling parah terlihat pada ruangan tempat belajar mengajar kelas VI. Sebab, di ruangan itu terdapat lubang pada bagian kanan atap. Selain itu, sekolah ini juga kekurangan dua kelas dan siswa kelas III terpaksa harus masuk siang. Walau kondisi sekolah sangat memprihatinkan, tak melunturkan niat anak-anak untuk bersekolah di sini. Terbukti, setiap tahun jumlah siswa terus bertambah.

“Apabila hujan, kondisi keempat lokal itu pasti becek akibat tetesan air dari genteng yang bocor dan rembesan dinding. Kami takut saat hujan deras kayu penopang atap tak mampu menahan beban,” katanya. Pihak kami juga telah melakukan berbagai upaya agar sekolah mendapatkan bantuan,” katanya. (topik)

Diberdayakan oleh Blogger.