Ads

Aksi Simpatik Warga Kritisi Sistem One Way Puncak

Do'a dan Zikir, sekaligus kritisi sistem one way Puncak 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Pasca kecelakaan maut di Jalur Puncak Bogor Selarong Kecamatan Megamendung, pekan lalu, yang menewaskan empat orang, satu diantaranya Kepala Desa setempat, memicu masyarakat setempat menggelar dzikir bersama. 

Solidaritas Masyarakat Puncak menepati janjinya untuk melakukan Aksi Doa Dan Dzikir di tanjakan Selarong, Puncak Bogor, Sabtu, (29/04/2017) siang. 

Dalam salah satu tuntutannya agar kebijakan One Way di kaji ulang. Kebijakan One Way dituding merugikan aktifitas warga dan hanya menguntungkan pengusaha. Hal tersebut disampaikan Habib Hasan dari Majelis Annibros, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. 

”Kebijakan One Way membatasi aktifitas warga masyarakat Puncak. Pemerintah dan Polres Bogor harus mengkaji ulang kebijakan ini. Harus ada solusi lain, seperti dibangunnya jalan alternatif utara dan selatan” ujar Hasan dalam orasinya.

Aksi di ikuti Ratusan massa dari para ulama, Santri dan warga masyarakat dari Ciawi, Megamendung dan Cisarua. Aksi di mulai pukul 13.30 Wib dan selesai pada pukul 15.00 Wib. (cj) 

Diberdayakan oleh Blogger.