Ads

Warga Putus Sekolah Perlu Motivasi


APARAT DESA DIMINTA TURUT MOTIVASI WARGA PUTUS SEKOLAH

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Kondisi ruang belajar tidak memadai dan fasilitas yang sangat terbatas tidak menyurutkan semangat belajar para pelajar Paket Kesetaraan A, B, C  Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Babakan Madang. 

Keberadaan PKBM ini sudah berjalan sejak 9 tahun silam yang bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang putus sekolah guna memperoleh pendidikan kesetaraan. Kendati demikian, paradigma masyarakat yang menganggap jenjang pendidikan bukan menjadi kebutuhan primer bagi keluarga adalah permasalahan munimnya kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor. 

Ketua PKBM Babakan Madang, Yadi Suryadi, mengatakan minat masyarakat yang putus sekolah untuk mengikuti program kesetaraan cukup tinggi, akan tetapi minat itu belum seiring dengan ketekunan belajar non formal. "Sebagian besar hanya menginginkan ijazah ranpa mau bersusah payah menuntut ilmu diruang kelas," ungkapnya, Senin (6/4/2017). 

Padahal, lanjutnya, ketentuan dari Dinas  Pendidikan Kabupaten Bogor bahwa peserta didik kesetaraan diwajibkan mengikuti jadwal belajar minimal 6 bulan sebelum ujian kesetaraan. "Tidak jarang masyarakat hanya memilih cara-cara instan tanpa mau mengikuti prosedural. Ini perlu adanya campyr tangan para pamong Desa termasuk RT dan RW untuk memotivasi warganya yang putus sekolah. 

Baginya, keterbatadan sarana dan prasarana PKBM akan terus diupayakan bersama Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPTP) Babakan Madang yang rencananya akan menggandeng donatur dari pengusaha lokal maupun bantuan pemeruntah. "Keterbatasan ruang belajar dan daya dukungnya sesang kita upayakan solusinya, yang penting sekarang kuta motivasi terua masyarakat putus sekolah untuk ikut pendidikan kesetaraan," imbuh dia.

Dilokasi yang sama, Laila (24) peserta paket Kesetaraan A mengaku dirinya baru menyadari pentingnya pendidikan bagi kehidupan bermasyarakat, hal ini mendorong dirinya untuk menekuni pendidikan kesetaraan. "Saya ikut PKBM karena menyesal sudah putus sekolah yang akhirnya sulit memperoleh lapangan pekerjaan. Sedangkan sekarang perusahaan hanya menerima lulusan minimal SMA seserajat," akunya. (dwitama)


Diberdayakan oleh Blogger.