Ads

Strategi Pemasaran UMKM

Srategi Pemasaran UMKM Jawa Barat Secara Online 


BERITA BOGOR | beritabogor.com - Gerakan 100.000 UMKM Go Online diharapkan mampu mempercepat visi Indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan penekanan pada kekuatan UMKM Nasional yang mampu menjadi pemain di dalamnya

Dalam rangka Hari UMKM Online Nasional 2017, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mencanangkan program ini di Pasar Ciroyom Baru, Jl. Ciroyom Barat, Andir, Kota Bandung, Jumat (31/3/2017).

Pencanangan ini serentak dilakukan di 30 kabupaten/kota seluruh Indonesia periode 31 Maret-2 April 2017. Di Jawa Barat pencanangan dilakukan di dua tempat, yaitu di Kota Bandung dan Kabupaten Garut. Hari UMKM Online Nasional yang jatuh setiap 31 Maret juga menjadi momentum untuk memasarkan produk UMKM secara luas hingga internasional.

Menurut Gubernur Jawa Barat, UMKM Online bisa menjadi peluang pemasaran produk UMKM yang selama ini terkendala masalah pemasaran dan iklan yang mahal. Upaya ini merupakan bentuk fasilitas dari pemerintah untuk mengembangkan bisnis UMKM. Untuk itu, Aher mendorong agar produksi dan kualitas produk UMKM bisa ditingkatkan agar bisa bersaing dengan produk lain.

Dirinya menjelaskan UMKM adalah back bone atau tulang punggung bagi ekonomi Indonesia. Terbukti pada krisis ekonomi global 2008 lalu, UMKM tetap bisa bertahan dan menjadi penentu stabilnya ekonomi nasional saat itu. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat terus membina dan memberdayakan sektor ini melalui berbagai program, seperti pencanangan 100.000 wirausaha baru serta pengucuran Kredit Cinta Rakyat (KCR) yang dimulai pada 2011 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun lalu jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. Dari total pekerja Indonesia yang mencapai 110 juta orang, 107 juta diantaranya masuk dalam struktur UMKM. Pengembangan serta pemberdayaan UMKM adalah langkah strategis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), terlebih sektor ini memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan dan mendongkrak perekonomian Indonesia.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian KUKM dan Kementerian Kominfo berkomitmen untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai 2020. Diharapkan pada akhir 2008 setidaknya 2 juta UMKM sudah go online. Hal ini sesuai dengan Paket Kebijakan Ekonomi XIV yang diluncurkan Pemerintah Pusat, yaitu e-Commerce Road Map atau Peta Jalan e-Commerce yang diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan secara bersamaan mampu memberikan ruang besar bagi produk lokal bermain lebih luas secara global.

Sementara itu, manfaat bagi masyarakat dari gerakan peng-online-an 100.000 UMKM adalah memberikan beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM yang mengikuti Gerakan 100.000 UMKM Go Online. Diantaranya, distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam 1x24 jam; inkorporasi RKB (Rumah Kreatif BUMN); transformasi dari unbanked ke banked(financial inlusion); serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku UMKM yang akan di-online-kan. Sampai saat ini inklusi financial di Indonesia masih belum maksimal. Sekitar 60% masyarakat belum memiliki rekening bank, termasuk pelaku UMKM. Selain itu, penyaluran KUR juga masih rendah (4 juta UMKM) dibandingkan total UMKM yang ada di Indonesia.

Upaya membangun kewirausahaan nasional dengan meng-online-kan 100.000 UMKM serentrak akan dilakukan oleh Nurbaya Initiative bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dengan mengerahkan 25.000 karyawan yang dilatih menjadi digitalfasilitator untuk membantu peng-online-an UMKM. Prose peng-online-an dilakukan oleh peserta dengan mendatangi lokasi/tenda registrasi baru UMKM Online untuk diperiksa kelengkapan data dan persyaratannya sebelum diproses menjadi UMKM Online. (red)


Diberdayakan oleh Blogger.