Ads

Kawasan Pembenihan Sebagai Landasan Pengembangan Budidaya Perikanan Di Kabupaten Bogor


Kawasan Pembenihan 
Sebagai Landasan Pengembangan 
Budidaya Perikanan Di Kabupaten Bogor 


Kabupaten Bogor adalah salah satu wilayah dengan kondisi ekologis dan geografis yang potensial untuk pengembangan usaha perikanan budidaya air tawar. Kabupaten Bogor yang menjadi hinterland wilayah DKI Jakarta merupakan pemasok pasar produk perikanan baik nasional maupun internasional. Hingga saat ini beberapa komoditas perikanan budidaya yang sudah berkembang di Kabupaten Bogor diantaranya adalah ikan nila, ikan lele dan ikan gurame. 

Produksi perikanan air tawar ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kebijakan pembangunan nasional mengamanatkan bahwa pendayagunaan sumberdaya alam sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dilakukan secara terencana, optimal, rasional, bertanggung jawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya dengan mengutamakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta memperhatikan fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan yang berkelanjutan. Namun proses pembangunan yang dilaksanakan selama ini selain memberikan dampak positif juga menimbulkan dampak negatif. 

 Kawasan Pembenihan Di Kabupaten Bogor


Pendekatan pembangunan yang lebih menonjolkan pertumbuhan ekonomi secara cepat tidak bisa dipungkiri telah mengakibatkan terjadinya kesenjangan pembangunan antar wilayah yang cukup besar, dimana investasi dan sumberdaya terserap dan terkonsentrasi di perkotaan dan pusat-pusat pertumbuhan, sementara wilayah perdesaan (hinterland) mengalami pengurasan sumberdaya yang berlebihan. 

Salah satu solusi dalam mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah yaitu melalui pembangunan kawasan perbenihan ikan dengan pola intensif terintegrasi. Dengan adanya dorongan dari pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten, kondisi sektor perikanan di Kabupaten Bogor menjadi salah satu sektor unggulan.  Salah satunya ditetapkan dalam visi Pemerintah Kabupaten Bogor yang tertuang dalam penciri termaju yaitu “Penghasil Benih Ikan konsumsi dan Ikan hias termasuk terbanyak di Indonesia”. 

Hal ini menunjukkan Kabupaten Bogor berkomitmen pada pembangunan sektor perikanan darat dalam hal ini adalah perikanan budidaya. Selain dukungan dari pemerintah, animo masyarakat  pembudidaya ikan juga sangat tinggi apalagi setelah ditetapkannya kawasan Minapolitan di Kabupaten Bogor melalui SK Menteri kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor : Kep.32/MEN/2010,  ditindaklanjuti SK Bupati Bogor Nomor : 523.31/227/Kpts/Huk/2010 tentang penetapan Lokasi Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Bogor. 

Setelah adanya keputusan tersebut, perkembangan sektor perikanan sangat bergairah, hal ini terlihat dari data statistik perikanan di Kabupaten Bogor terjadi peningkatan yang sangat signifikan baik penambahan luas areal budidaya, RTP (Rumah Tangga Perikanan) maupun jumlah produksi seperti terlihat dalam grafik di bawah ini : 

 Gambar 1. Perkembangan Produksi Ikan Konsumsi

 Gambar 2. Perkembangan produksi Benih Ikan Konsumsi

 Gambar 3. Perkembangan Luas Areal Perikanan


 Gambar 4. Perkembangan Jumlah Rumah Tangga Pembudidaya



Dengan komitmen pemerintah Kabupaten Bogor dan dukungan yang berkelanjutan terhadap program dan kegiatan pengembangan sektor perikanan baik di luar maupun dalam Kawasan Minapolitan, maka pada Tahun 2015 ditetapkan sebagai Juara satu Tim POKJA Minapolitan Tingkat Nasional. Adapun rencana selanjutnya untuk pengembangan sektor perikanan  di Kabupaten Bogor adalah mengembangkan kawasan baru yaitu Kawasan  Perbenihan Perikanan di luar kawasan Minapolitan , dalam rangka mendukung  visi Pemerintah  Kabupaten Bogor.   

Tindak lanjut yang dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan kawasan perbenihan lanjutan setelah kawasan minapolitan adalah pembuatan masterplan kawasan perbenihan bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian perikanan pada tahun 2017. Berdasarkan kajian tersebut pemerintah Kabupaten Bogor akan menyampaikan kepada  Pemerintah Pusat  dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat untuk menetapkan kawasan tersebut secara nasional dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Surat Keputusan Bupati. 

Hal ini dimaksudkan agar kawasan perbenihan tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan terutama untuk mengantisipasi maraknya alih fungsi lahan perikanan menjadi lahan pemukiman dan lahan industry. Lokasi pengembangan kawasan perbenihan diarahkan ke wilayah barat Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Ciampea, Kecamatan Tenjolaya, Kecamatan Pamijahan, Kecamatan Cibungbulang,  Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Leuwisadeng yang memiliki potensi besar perikanan budidaya.   


Ir. Siti Farikah, MM 
Kepala DinasPerikanan Dan Peternakan Kabupaten Bogor







Diberdayakan oleh Blogger.