Ads

Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dan Pemanfaatan Pekarangan

Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan 
Dan Pemanfaatan Pekarangan 

Publikasi Kinerja 
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor 
Tahun 2017 


Dalam rangka mewujudkan Visi Misi Kabupaten Bogor Menjadi Kabupaten Termaju Di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menggiatkan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan Tahun 2017. 

Kegiatan ini merupakan amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal; Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan; Peraturan Pemerintah Nomor 17 Republik Indonesia Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi; dan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 12/KPTS/KN.210/K/02/2016 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan.

Berdasarkan hal tersebut, Bupati Bogor mengeluarkan surat Nomor 521/439-DKP yang bersifat penting ditujukan kepada 40 Camat se-Kabupaten Bogor tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan. 

Bupati Bogor menyampaikan bahwa pemerintah bersama masyarakat bertanggungjawab untuk mewujudkan ketahanan pangan, yaitu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. 

Sepuluh Kelompok Wanita Tani berpose usai rapat Dinas Pangan 


Terpenuhinya pangan bagi negara dan perorangan dimaksud adalah ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutu, aman, beragam, bergizi, merata, terjangkau, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan serta budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif serta berkelanjutan. Hal ini yang menjadi dasar Bupati Bogor mendorong Dinas Ketahanan Kabupaten Bogor dan 40 Camat se-Kabupaten Bogor untuk melaksanakan upaya kebutuhan pangan baik secara kuantitas maupun kualitas melalui Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan.

Dalam mewujudkan program tersebut pada tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman memberikan bimbingan dan arahan tentang Program Penumbuhan Kawasan Rumah Pangan Lestari Tahun 2017 kepada 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di Kabupaten Bogor pada tanggal 09 Maret 2017 bertempat di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. "KWT yang hadir kami usulkan ke tingkat Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat guna memperoleh program tersebut," papar Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Aan Surya Priyana. 

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman 
pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, 
Aan Surya Priyana, saat meninjau lokasi KWT. 


Menurutnya, amanat Bupati Bogor yang harus dilaksanakan meliputi upaya membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman untuk mendukung hidup sehat, efektif dan produktif, dalam rangka mendukung penciri ke- Visi Misi Kabupaten Bogor yaitu Angka Harapan Hidup (AHH) tertinggi di Indonesia. Disamping itu, Bahan pangan yang ditanam di lokasi dekat rumah lebih segar dan karenanya lebih bergizi, sehat dan aman. Serta upaya mengurangi biaya belanja pengeluaran kebutuhan pangan sehari-hari rumah tangga. 

Dirinya menjelaskan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan ini dalam rangka kemandirian pangan keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian sumber daya tanaman pangan untuk masa depan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Salah satu lokasi kegiatan KWT binaan Pemkab. Bogor. 


Salah satu peserta rapat, Evi Afiah selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Cabe Merah Desa Kabasiran Kecamatan Parung Kabupaten Bogor  Panjang, menyambut baik Program Penumbuhan Kawasan Rumah Pangan Lestari tahun ini yang sedang digiatkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan. "Dalam rapat yang di ikuti oleh 10 KWT, kami diberikan bimbingan dan arahan untuk mempersiapkan kelembagaan guna memperoleh dukungan program tersebut dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi," ungkapnya. 

KWT yang aktif sejak tahun 2013 ini akan terus memberikan motivasi kepada anggota maupun masyarakat setempat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya masing-masing. Misalnya, menanam cabe menggunakan polibag atau tanaman sayuran dan tanaman obat, maupun ternak ikan air tawar yang saat panen dapat dikonsumsi oleh keluarga. Sehingga pemenuhan pangan tercukupi dari segi jumlah, mutu, aman, beragam dan bergizi untuk mewujudkan keluarga yang hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. 

Selama diberikan bimbingan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Evi Afiah, KWT Cabe Merah Desa Kabasiran Kecamatan Parung Panjang secara bertahap berhasil mengembangkan produk olahan Abon Cabe Evia dan produk olahan rumah tangga lainnya, diantaranya produksi saos, coklat cabe, abon cabe, kripik cabe, chile powder. Kripik pisang, kue semprong, kripik singkong, talas. "Tahun ini KWT menggalakkan kolam ikan lele teknologi bioflok kepada anggotanya," katanya seraya menjelaskan bawa pada tahun 2016, Bupati Bogor telah meresmikan Evia Mart yang berfungsi untuk memasarkan produk olahan anggota KWT. (adv) 


drh. H. Soetrisno, MM 
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bogor







Diberdayakan oleh Blogger.