Ads

Bogor Surga Eksploitasi Anak Secara Ekonomi

Bebas eksploitasi anak di jalanan harus tuntas pada tahun 2017

BERITA BOGOR | beritabogor - Keberadaan anak - anak dibawah umur yang berkeliaran di persimpangan Jalan wilayah Cibinong Raya dan Kota Bogor semakin merajalela. Dinas Sosial Gencar Sosialisasi. 

Pantauan dilapangan, Simpang Kandang Roda Sentul Jalan Raya Bogor kerap dijadikan tempat mengais rejeki oleh pengamen dan pedagang. Ironisnya, sejumlah anak dibawah umur dibiarkan menjajakan dagangan dan mengamen hingga larut malam di area tersebut. 

"Saya disuruh ibu bantu orangtua cari uang jual tissue om. Itu ibu saya di warung seberang jalan lagi awasi saya sama adik-adik," kata Irma (bukan nama sebenarnya, Sabtu (25/3/2017) malam. 

Dilokasi yang sama, pengamen yang menampilkan tarian menggunakan cambuk kuda lumping Jawa Timur juga memanfatkan traffic light di empat penjuru jalan untuk mengais rejeki dari pengendara. "Sudah setahun pak kita ngamen disini yang penting halal dari pada berbuat kriminal," dalihnya. 

Pemandangan serupa juga kerap ditemui di persimpangan Jalan Raya Tegar Beriman, padahal lokasi tersebut berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Dilokasi ini dijadikan lahan basah bagi para pengemis dan pedagang asongan mencari nafkah tanpa mengindahkan keselamatan dirinya dan pengendara yang melintas. 

Tak hanya itu, simpang BORR Jalan Baru, Kawasan Jambu Dua hingga Terminal Baranangsiang Kota Bogor juga masih marak eksploitasi anak secara ekonomi. Mereka seakan merasa nyaman mengais rejeki ditengah hiruk pikuk lalu lintas yang padat. 

Untuk diketahui, Kementerian Sosial Republik Indonesia menargetkan program bebas eksploitasi anak di jalanan harus tuntas pada tahun 2017 ini. Gerakan 'Stop Memberikan Uang di Jalan' pun giat digaungkan melalui Dinas Sosial di seluruh Indonesia.  

Sementara, amanat UU Perlindungan Anak Nomor 35/2014 Pasal 59 secara tegas mengatur tentang perlindungan khusus kepada anak, diantaranya eksploitasi secara ekonomi dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). (als)

Diberdayakan oleh Blogger.