Ads

Polres Bogor Jamin Tuntaskan Kasus Pungli Tol Bocimi

DPRD Kabupaten Bogor Minta Korban Pungli Jangan Takut 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Pengungkapan kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang ditangani Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor, terus mendapat sorotan terlebih warga penerima Uang Ganti Rugi (UGR) alias korban mendapat ancaman pelaku agar tidak memberikan kesaksian dalam kasus tersebut.

Tak hanya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan yang meminta korban pungli agar tidak takut atau terpengaruhi upaya intimidasi (ancaman, red) serta mendesak jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menyeret para pelakunya ke balik jeruji besi, namun Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane pun menyatakan hal serupa. Bahkan, ia mengingatkan Satreskrim Polres Bogor supaya transparan dalam menanganinya.

"Polisi harus transparan, agar tercipta kepercayaan masyarakat bahwa kasus ini akan diusut tuntas. Semua pihak pun musti terlibat dan mengawasi proses penyidikan agar tidak jalan ditempat alias mandek apalagi sampai dibekukan," kata Neta saat dihubungi via selulernya.

Ia menambahkan, pemberantasan praktik pungli sebagaimana yang di intruksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi dari publik. Untuk itu, aparat hukum harus serius saat menangani kasus pungli agar kepercayaan publik tetap terjaga. "Peran serta masyarakat yang mengetahui ataupun menjadi korban sangat diperlukan aparat hukum dalam upaya pemberantasan pungli. Kalau hal itu sudah dilakukan, tinggal kita mengawasi proses penanganannya," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan, menjamin kasus dugaan pungli pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Bocimi di Desa Wates Jaya yang saat ini ditangani jajarannya akan diusut tuntas, dan menyeret para pelakunya kebalik jeruji besi. Untuk melengkapi berkas penyidikan, kata dia, beberapa orang yang diduga terlibat pungli ataupun pihak-pihak yang mengetahui perbuatan melawan hukum itu sudah menjalani pemeriksaan.

"Pengurus RT, pegawai Desa Wates Jaya dan stap Kecamatan Cigombong telah kami periksa. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap warga penerima UGR (korban, red) guna melengkapi berkas penyidikan,  agar tersangka dalam kasus ini segera bisa ditetapkan," ungkapnya kepada wartawan.

Siapapun yang terlibat, kata dia lagi, akan di proses dan harus bertanggung jawab atas perbuatannya di hadapan hukum. " Pihak yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan pungli pembebasan lahan untuk proyek tol Bocimi di Desa Wates Jaya akan di proses tanpa pandang bulu dan kasus ini akan diusut tuntas," tegasnya. (rif)
Diberdayakan oleh Blogger.