Ads

Jawa Barat Kampanye Bahasa Ibu

Kampanye Bahasa Ibu, Ubah Orientasi Cara Belajar Bahasa 

BERITA BOGOR | beritabogor.com - Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah semakin tergerus oleh perkembangan zaman saat ini. Era globalisasi memupus keinginan generasi untuk semakin mencintai kearifan lokal bahasa dalam bertutur kata. Perlu cara berbeda untuk belajar bahasa dalam dunia pendidikan Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan harus ada perubahan orientasi cara belajar bahasa dari hanya sekadar penguasaan tata bahasa menjadi pelestarian bahasa agar tidak lekang dimakan zaman. “Bahasa akan terus kita ajarkan ya. Mungkin akan kita ubah orientasinya, yang asalnya orientasi tata bahasa, orientasinya ujian, untuk mendapatkan nilai. Maka ke depan orientasinya kita ubah,” ungkapnya dalam acara peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Kota Bandung, Minggu (19/2/2017).

Gubernur Jawa Barat menyampaikan Pemprov Jawa Barat juga telah memperhatikan pelestarian Bahasa Sunda dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Perda Nomor 14 Tahun 2014 merupakan revisi Perda Nomor 5 Tahun 2003 sebagai payung hukum dalam pelestarian bahasa, sastra, dan tulisan daerah Bahasa Sunda.
Selain itu, momentum alih kelola SMA/SMK kepada Pemerintah Provinsi juga bisa menjadi upaya lain dalam pelestarian Bahasa Sunda di sekolah-sekolah. Karena hal tersebut semakin memudahkan kurikulum belajar Bahasa Sunda yang bisa diseragamkan di SMA/SMK di seluruh Jawa Barat.ra Mieling Poe Basa Indung sareng Kang Aher”.

Sejak 1999 lalu, lanjutnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional atau International Mother Languange Day. Peringatan ini dicetuskan sebagai upaya untuk melestarikan keberadaan Bahasa Ibu atau Bahasa Daerah yang ada di seluruh dunia. 

Dalam acara peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional  bertajuk “Mieling Poe Basa Indung sareng Kang Aher” ini, Aher yang didampingi istri Netty Prasetiyani Heryawan sempat didaulat membacakan Carponn. Carponn atau Carita Pondok Naker, yaitu cerita pendek Bahasa Sunda yang disajikan dalam satu atau dua kalimat tamat yang memiliki nilai moral atau humor. (dwitama)
Diberdayakan oleh Blogger.