Ads

Kinerja BPMPTSP Kabupaten Bogor 2016

 Publikasi Kinerja BPMPTSP Kabupaten Bogor 2016

Badan Penanaman Modal 
dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu 
Kabupaten Bogor  
Tahun 2016 
Visi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bogor adalah “Terwujudnya Iklim Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang Terbaik di Indonesia” 
Misi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bogor adalah :
  • MENINGKATKAN POTENSI, PROMOSI DAN KERJASAMA PENANAMAN MODAL;
  • MENGEMBANGKAN KUALITAS SISTEM INFORMASI PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN;
  • MENINGKATKAN PROFESIONALISME PELAYANAN PERIZINAN;MENINGKATKAN KUALITAS APARATUR, SARANA PRASARANA DAN TERTIB ADMINISTRASI.

BPMPTSP KABUPATEN BOGOR MELAYANI PERIZINAN SECARA PARALEL

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor terus melakukan terobosan. Berbagai terobosan ini dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal mengurus perizinan.

Sebelumnya, BPMPTSP meluncurkan sistem online dan program One Day Service. Kini, menambah fasilitas dengan pelayanan lebih efektif dengan memberikan pelayanan paralel.

Penerbitan Izin paralel adalah  penyelenggaraan perizinan yang diberikan kepada pelaku usaha yang dilakukan sekaligus mencakup lebih dari satu jenis izin yang diproses secara terpadu dan bersamaan, dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Satu permohonan berlaku untuk segala jenis perizinan yang dimohon; 
  • Satu proses pemeriksaan dan peninjauan lapangan dilakukan untuk kepentingan semua jenis perizinan yang dimohon; dan Setiap kelengkapan persyaratan digunakan untuk semua jenis perizinan yang dimohon.
Adapun jenis perizinan yang dilayani secara paralel adalah
  • Izin Gangguan (HO) dengan Izin Usaha Toko Modern (IUTM);
  • Izin Gangguan (HO) dengan Izin Usaha Peternakan;
  • Izin Mendirikan Klinik dengan izin Operasional Klinik;
  • Surat Izin Usaha Perdagangan dengan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). (untuk download formulir dan melihat persyaratan klik link : formulir dan persyaratan)
Dengan diterapkannya pelayanan perizinan secara paralel maka diharapkan bagi masyarakat  atau pemohon izin adalah
  • Mengurangi berkas persyaratan yang berulang-ulang;
  • Mengurangi Jumlah Kunjungan ke BPMPTSP;
  • Mengurangi jumlah hari pemrosesan izin.


BOGOR INVESTMENT EXPO 2016

Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) pada tanggal 8-9 November 2016 menggelar acara yang bertajuk ‘Bogor Investment Expo 2016’. Acara tersebut bertempat di Menara Mandiri Assembly Hall Lt. 9 jalan Jendral Sudirman Kav 54-55 Jakarta Pusat dengan tujuan menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten ramah investasi.

Dalam acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut akan ada sesi talkshow dengan Bupati Kabupaten Bogor Ibu Nurhayanti, Pertunjukan musik angklung, pameran kuliner dan UMKM di Kabupaten Bogor yang dilakukan pada hari pertama, serta sesi forum bisnis pada hari kedua yang nantinya akan dibahas potensi apa saja yang dimiliki Kabupaten Bogor dan menarik para penanam modal untuk berinvestasi.

Mengingat Potensi yang dimiliki kabupaten dengan 40 kecamatan serta posisi yang berada di kawasan hulu DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia menjadikan Kabupaten Bogor mempunyai fungsi vital, sebagai pengatur dan perlindung tata air selain sebagai penyedia pemukiman dan produk pertanian.

Mobilitas penduduk Bumi Tegar Beriman mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi sejalan dengan peningkatan fasilitas yang ada di Kabupaten Bogor. Saat Ini Kab. Bogor memiliki 3.723 trayek di dalam dan keluar Kab. Bogor dengan 6.797 unit angkutan, 10.533 unit bus angkutan umum. Seluruh prasarana yang dimiliki tersebut bertujuan memperlancar arus barang dan jasa dari satu tempat ke tempat yang lain karena jaringan jalan yang tersedia untuk melayani mobilitas masyarakat pun cukup memadai.

Salah satu upaya yang Kabupaten Bogor lakukan dalam memberikan layanan tersebut dengan menyediakan Transit Oriented Development (TOD), yang merupakan pengembangan dengan mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal seperti Busway, MRT, dan LRT. Transit Oriented Development tersebut akan ditempatkan pada jaringan utama angkutan massal atau pada koridor dengan frekuensi penumpang yang cukup tinggi. Kemudian, pada kawasan TOD akan dijadikan pusat kegiatan komersial, area hunian, taman, serta bangunan publik yang menunjang kegiatan masyarakat. Sebagai kawasan unggulan yang nantinya akan memicu pertumbuhan di kawasan lain yang ada di sekitar kawasan TOD.

Pengembangan lain yang dirancang Kabupaten Bogor adalah penataan situ sebagai ikon kota, dan pengembangan tersebut dijuluki sebagai Situ Front City, karena Kab. Bogor memiliki delapan daerah aliran sungai (DAS), 201 mata air, dan 95 situ. Tujuh belas diantaranya berada di daerah Cibinong Raya, dan delapan situ di Kecamatan Cibinong. Potensi situ inilah yang menjadikan Cibinong mempunyai daya saing yang cukup tinggi dibanding dengan daerah lainnya. Kawasan Situ Front City tersebut nantinya akan berperan sebagai pusat ruang terbuka hijau serta pusat kegiatan outdoor, selain GOR Pakansari yang sudah berdiri dan menjadi pusat sarana olahraga masyarakat.

Infrastruktur lain yang Kabupaten Bogor tawarkan untuk memudahkan masyarakat adalah rencana pembangunan Poros Tengah Timur ( PTT ) yang merupakan jalan strategis dari gerbang sirkuit sentul dan berakhir di Istana Cipanas. Pengembangan yang dibagi menjadi dua segmen tersebut berawal dari pembangunan dari sentul ke arah cipanas sepanjang 35,7 Km dan kedua Sukamakmur – Cariu – Karawang Sepanjang 56,25 Km. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di daerah puncak karena ada pilihan alternatif bagi masyarakat yang akan menuju cianjur tanpa melalui daerah puncak.

Untuk yang terakhir Kabupaten Bogor Berencana membangun kawasan Taman Wisata Terpadu (TWT) yang berada di Kecamatan Tanjungsari di wilayah timur serta pengembangan wisata bisnis di daerah Tegal Waru Kecamatan Ciampea di wilayah barat, Pengembangan ini nantinya diharapkan akan meningkatkan kegiatan perekonomian di wilayah timur dan barat sehingga tidak terpusat di Kecamatan Cibinong.

Selain Potensi yang sudah dipaparkan di atas, potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor adalah pada sektor pertanian dan perkebunan berupa kopi dan teh, sektor kehutanan berupa madu dan produk non kayu, sektor peternakan perikanan, Pendidikan dan yang terakhir adalah sektor perdagangan dan jasa.

Pada Perhelatan akbar yang dilakukan selama dua hari ini diharapkan dapat mengundang investor baik dalam maupun luar negeri yang dapat melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor sebagai tempat menanamkan modal dan melakukan kegiatan berusaha di wilayah Kabupaten Bogor, sesuai dengan tujuan Pemerintah Kab. Bogor untuk menjadikan wilayahnya sebagai daerah yang memiliki potensi dan fasilitas baik serta kabupaten yang ramah untuk berinvestasi.



 Ir. Yani Hassan
 BPMPTSP Kabupaten Bogor

Adv
15/12/2016
Diberdayakan oleh Blogger.