Ads

Bangga Kopi Bogor

Visi “Tercapainya Pertanian Dan Kehutanan Yang Maju Serta Berkelanjutan” 





Dalam rangka mendukung visi Kabupaten Bogor dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, maka Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor menetapkan visi “Tercapainya Pertanian Dan Kehutanan Yang Maju Serta Berkelanjutan”, yang selanjutnya dituangkan dalam Misi Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 sebagai berikut: 
  1. Meningkatkan produksi, kualitas dan nilai tambah produk pertanian dan kehutanan; 
  2. Mengembangkan sentra agri bisnis komoditas unggulan; dan;  
  3. Mengoptimalkan kemampuan konservasi sumber daya alam.

Misi tersebut dapat tercapai secara terpadu oleh berbagai sektor pembangunan pertanian yang dijabarkan melalui kebijakan Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor, salah satunya adalah Pengembangan manajemen sistem agri bisnis dan agro industri untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. 

Sektor perkebunan merupakan salah satu sektor pembangunan pertanian di Kabupaten Bogor yang memiliki potensi besar untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat; meningkatkan penerimaan negara; meningkatkan penerimaan devisa negara, menyediakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing, serta memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri.

Komoditas perkebunan yang dikembangkan di Kabupaten Bogor terdiri dari kopi, karet, cengkeh, dan pala. Saat ini, kopi menjadi trend dan perhatian masyarakat luas, minum kopi juga sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat umum terutama dikalangan orang tua. Di Kabupaten Bogor, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi cukup besar dengan dua jenis kopi yang diusahakanya itu jenis arabika dan robusta. 

Pengembangan komoditas kopi dilakukan pada areal seluas 2.956,59 Ha yang terdiri dari jenis kopi arabika seluas 143,70 Ha yang tersebar di Kecamatan Sukamakmur. Sedangkan, kopi robusta seluas 2.812,89 Ha yang tersebar di Kecamatan Tanjungsari, Cariu, Sukamakmur, Cisarua, Megamendung, Cigombong, Pamijahan, dan BabakanMadang.

Gambar 1.Pembibitan Perkebunan Tanaman Kopi di Kec. Sukamakmur.

Pengembangan komoditas kopi cenderung lambat dikarenakan permasalahan, antara lain yaitu; 
  1. Produktivitas tanaman kopi masih rendah akibat banyaknya tanaman tua dan rusak; 
  2. Minimnya perawatan tanaman dari serangan hama; 
  3. Desiminasi teknologi masih rendah; 
  4. Penanganan pasca panen yang belum optimal; 
  5. Masih terbatasnya kemitraan petani dengan industri; 
  6. Terbatasnya akses permodalan.
Dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas kopi pada tahun 2016, Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan disertai dengan fasilitasi/pemberian bantuan kepada kelompok tani beru prasarana produksi benih/bibit kopi, pupuk, dan obat-obatan. Selain itu untuk meningkatkan nilai ekonomis produk kopi dari gelondongan basah menjadi gelondongan kering, yang selanjutnya melalui pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi, DinasPertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor memberikan bantuan alat pengolahan kopi berupa:
  • 1 unit Pengupas kulit kopi segar 
  • 1 unit Pengupas kulit tanduk 
  • 1 unit Timbangan  
  • 10 buah  Alat jemur 
  • 1 unit Penyangrai kopi  
  • 1 unit Penggiling kopi  
  • 1 unit Mesin kemasan

Dengan kegiatan ini diharapkan para petani dapat meningkatkan nilai tambah dari segi kualtias sekaligus dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Gambar 2.BantuanAlatPengolahan Kopi

Untuk membuka peluang pasar serta memperkenalkan kopi Bogor, maka Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor melakukan terobosan baru dengan menyelenggarakan Bogor Coffee Festival 2016 dengan puncak acara dilaksanakan di Main Atrium Cibinong City Mall pada tanggal 6-7 Agustus 2016. Acara ini memperkenalkan kopi lokal, terutama terutama biji-biji kopi pilihan yang dihasilkan/diproduksi para petani di Kabupaten Bogor, yang pada hakekatnya produksinya diharapkan bisa sejajar dengan kopi-kopi terbaik di Indonesia. 

Pelaksanaan Bogor Coffee Festival memiliki beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan sebelum acara puncak, yaitu Coffee Tour dan Uji Cupping. Coffee Tour adalah Wisata Kebun Kopi di Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Sukamakmur dengan mengikut sertakan sejumlah buzzer, fotografer, serta influen certer kenal yang dapat memotret dan menyuarakan tentang apa yang mereka rasakan dan alami selama Coffee Tour. Para peserta yang mengikuti Coffee Tour ini merasakan dan melihat bagaimana proses industri kopi mulai dari hulu ke hilir, mulai dari memilah dan memilih biji kopi yang baik untuk di panen, memasak dan menyeduh kopi hasil panen sendiri. Sehingga, mendengarkan kisah-kisah para petani dan warga setempat yang mengandalkan hasil panen mereka untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Gambar 3.Acara Bogor Coffee Festival 2016

Uji cupping dilakukan terhadap kopi arabika dan kopi robusta dari Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari. Sebelum uji cupping dilakukan, dalam rangka meningkatkan kualitas kopi dan sekaligus meningkatkan mutu dan konsistensi cita rasa kopi, maka Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bio Industri Indonesia yang telah berhasil menemukan produk fermentasi dari hasil penelitian tiga peneliti PPBBI yaitu Tri Panji, Priyono dan Suharjanto. Produk fermentasi ini digunakan untuk meningkatkan kualitas kopi yang telah dipatenkan dengan nama “Ciragi”. 

Principal Research Scientist Processing Biotechnologist Tri Panji mengatakan bahwa Ciragi berbahan aktif Lactobacillus, sp. unggul yang terbukti mampu memperbaiki proses fermentasi. Lactobacillus sp juga merupakan bakteri menguntungkan yang telah masuk dalam kategori GRAS (Generally Recognize As Safe) menurut US-FDA. Dari hasil uji cupping kopi yang sudah difermentasi dengan ciragi hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan kopi yang tidak dilakukan fermentasi dengan ciragi, hal ini dapat dilihat pada tabel 
berikut: 

Tabel 1. Hasil Uji Cupping Kopi dengan Ciragi dan Tanpa Ciragi

 Keterangan: 
  • Aplikasi Ciragi untuk kopi Arabika di Sukamakmur Kabupaten Bogor dapat meningkatkan kelas citrarasa kopi dari spesialty ke spesialty superior; 
  • Aplikasi ciragi untuk kopi Robusta di Sukamakmur Kabupaten Bogor dapat meningkatkan kelas citrarasa kopi dari non spesialty ke spesialty. 
  • Aplikasi ciragi untuk kopi Robusta di Tanjungsari Kabupaten Bogor dapat meningkatkan kelas citrarasa
Gambar 4. Proses Fermentasi Ciragi di Sukamakmur

Kopi arabika Sukamakmur yang sudah melalui uji cupping tersebut dilelangkan saat Bogor Coffee Festival 2016, dengan hasil penetapan pemenang lelang senilai Rp 2 juta per kilogram, harga yang sangat tinggi di Indonesia. Bahkan, Surip Mawardi, pakar kopi menyatakan bahwa lelang kopi yang telah berlangsung ini memperoleh harga yang paling tinggi, dimana lelang yang terakhir terjadi di Atlanta Amerika Serikat tidak mencapai Rp 2 juta per kilogram. Kegiatan lelang ini dimaksudkan untuk memotivasi para petani kopi Bogor agar menghasilkan produk kopi yang semakin berkualitas dengan cita rasa khas bogor. Sedangkan, bagi para peminat kopi di Kabupaten Bogor dapat merasa bangga memiliki kopi bogor yang bercita rasa khas dan berkualitas tinggi.
Gambar 3. Bogor Coffee Festival 2016

Untuk menindaklanjuti keberhasilan petani Kabupaten Bogor serta lebih memperkenalkan kopi Bogor ke tingkat nasional bahkan mancanegara, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor mengikutsertakan 3(tiga) kelompok tani pada Kontes Kopi Specialty Indonesia ke-8 di Takengon, Aceh Tengah pada tanggal 21-23 Oktober 2016, dengan mengirimkan 3 (tiga) sampel kopi spesialty Robusta yang berasal dari Kopi Robusta Sukamakmur (ketua kelompok Pak Arif) dan Kopi Robusta Cibulao Kecamatan Cisarua (ketua kelompok Jumpono). Dengan hasil kontes, Kelompok Tani Cibulao Hijau Kecamatan Cisarua berhasil meraih Juara ke-1 (satu) kategori Kopi Robusta dengan nilai 84,53.
Gambar 5. Kontes Kopi Spesialti Indonesia di  Takengon

Upaya-upaya lain yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor dalam pengembangan kopi Bogor adalah membuka peluang pemasaran melalui pameran tingkat Kabupaten maupun nasional, antara lain yaitu pasar tani yang diadakan Dinas, Bogor Investment Expo yang diadakan di Jakarta, pameran Hari Jadi Bogor, Agro and Food 2016, serta pameran lainnya.Melalui pameran ini Dinas berharap terjadinya interaksi bisnis langsung yang efektif antara investor, pelaku usaha UMKM, pelaku usaha lainnya dan pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun kerjasama investasi sehingga mampu memberikan dampak positif untuk menggerakan roda perekonomian Kabupaten Bogor. 

Dengan hasil-hasil yang telah dicapai oleh petani Bogor, kita patut merasa bangga memiliki kopi bogor dengan citarasa khas. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor mengajak masyarakat pencinta kopi untuk menikmati kopi asli bogor, mari kita “Bangga Kopi Bogor”.
Gambar 6. Bogor Investment Expo 2016

07/12/2016
31/12/2016










.
Diberdayakan oleh Blogger.