Ads

Workshop Managing Potential Conflict South China Sea

WORKSHOP ON MANAGING POTENTIAL CONFLICTS IN THE SOUTH CHINA SEA   

BERITA BOGOR - beritabogor.com o  Kementerian Luar Negeri melalui Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan akan menyelenggarakan Workshop on Managing Potential Conflict in the South China Sea yang ke-26 di Bandung pada tanggal 16-17 November 2016. Workshop tersebut merupakan inisiatif Indonesia untuk mengeksplorasi peluang kerja sama sekaligus sebagai sarana membangun Confidence Building Measures antara pihak-pihak terkait melalui mekanisme dialog. 

Workshop ini akan membahas kerangka acuan untuk pembentukan information hub of the Workshop on Managing Potential Conflict in the South China Sea (WMP-SCS) dan Joint Development in the South China Sea. Pembentukan information hub dan Joint Development tersebut dirasa perlu untuk lebih meningkatkan komitmen para participating authorities untuk keberhasilan proyek-proyek kerja sama di wilayah Laut China Selatan. 

Dalam kesempatan acara pembukaan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa Jawa Barat Kota Bandung pada pada tahun1991, 2010, dan 2012. Serta daerah Puncak Kabupaten Cianjur pada tahun 1997 dan di Kabupaten Bogor pada tahun 1999. Dirinya berharap workshop ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh pihak, khususnya dalam upaya menjaga sekaligus prevensi potensi konflik di Laut Cina Selatan. 

Dirinya menjelaskan mengenai kawasan laut, Indonesia adalah negara kepulauan yang dipersatukan oleh wilayah lautan dengan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta Km2 atau sama dengan 2/3 dari luas wilayah Indonesia, terdiri dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) mencapai 2,7 juta Km2 dan wilayah laut teritorial mencapai 3,1 juta Km2. Luas wilayah perairan Indonesia tersebut telah diakui sebagai Wawasan Nusantara oleh United Nation Convention of The Sea (UNCLOS, 1982).

"Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari luas panjang garis pantai Indonesia yang mencapai 81.000 Km, garis pantai yang termasuk wilayah Jawa Barat mencapai 800 Km (0,99%) yang terdiri dari 432,32 Km di pantai utara Jawa Barat yaitu dari Kabupaten Bekasi hingga Kabupaten Cirebon, dan sepanjang 416,31 Kmdi pantai selatan yang terbentang dari Sukabumi hingga Ciamis," jelasnya di Hotel Prama Grand Preanger Jl. Asia Afrika Bandung, Rabu (16/11/2016).   

Menurutnya, pelestarian kelautan menjadi salah satu concern kami Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Baratyang ditandai dengan dikeluarkannya beberapa kebijakan terkait,seperti Peraturan Daerah Nomor9 tahun 2012 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil, Peraturan Daerah Nomor 16 tahun 2013 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil serta PeraturanGubernurJawa Barat Nomor 87 tahun 2014 tentang Mekanisme Penerapan Saksi Administrasi Pemanfaatan Ruang Wilayah Pesisir.  

Untuk diketahui, pada tanggal 15 November 2016 juga diadakan pertemuan Working Group Meeting on the Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea yang ke-12. Pada pertemuan ini, Badan Informasi Geospasial, sebagai lembaga teknis yang menangani survei pemetaan di Indonesia, akan membahas kawasan Laut China Selatan dari aspek lingkungan dan geospasial. Pertemuan ini akan dihadiri oleh oleh lembaga-lembaga teknis serupa dari negara-negara di kawasan. 

Penyelenggaraan ke-26 dari Workshop yang telah diselenggarakan sejak tahun 1990 ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 12 participating authorities, antara lain Brunei Darussalam, RRT, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam dan China Taipei.  Diharapkan kerja sama yang kuat antara pihak-pihak terkait mampu memberikan hasil konkrit untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Laut China Selatan. (rilis)

Diberdayakan oleh Blogger.