Ads

Tegar Beriman 95,3 FM Juara Berita Radio

 Radio Tegar Beriman Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor

BERITA BOGOR | beritabogor.com -  Radio Tegar Beriman 95,3 FM terima KPID Award Jabar 2016 Kategori Program Berita Daerah Terbaik pada Kategori Berita Radio LPPL Kabupaten Bogor Program Bogor Hari Ini

Program Berita Bogor Hari Ini (BHI) pada Radio Tegar Beriman Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor akhirnya terpilih sebagai Program Berita Daerah Terbaik Se-Jabar, pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat ke-9 tahun 2016 yang diselenggarakan, di Hotel Panghegar Bandung, (19/11).

Program Bogor Hari Ini yang dikemas apik untuk Radio Tegar Beriman 95,3 FM dan juga hadir di TV Tegar Beriman ini berhasil lolos menyisihkan nominator lainnya yakni, Cirebon Radio, LPPL Purbasora Tasik, Fajri Bandung FM, PR Bandung dan MQFM Bandung.

Bogor Hari Ini (BHI) merupakan program siaran berita daerah di Radio Tegar Beriman (RTV) 95,3 FM mulai diudarakan lebih fresh pada 1 Januari 2016. Dimana BHI merupakan sebuah program yang menggabungkan sajian informasi, berita dan wawancara langsung dengan narasumber, yang menyajikan berita peristiwa hasil liputan jurnalis Radio dan TV Tegar Beriman untuk dipersembahkan kepada pendengar dan pemirsa pada semua segmen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, Wawan Munawar Sidik berharap, raihan prestasi ini diharapkan dapat menajdi motivasi untuk terus berkreasi, berinovasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas siaran dan menggerakan seluruh potensi lokal yang ada.

“Penghargaan ini sebetulnya bukan tujuan, tujuan utama kami adalah bisa memberikan pelayanan informasi terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor khususnya. Dengan menjadi yang terbaik kami tidak puas sampai disini, tetapi menjadi tugas besar untuk mempertahankan prestasi dan terus meningkatkan prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

KPID Jabar Award 2016 ke-9 ini terdapat 183 karya yang diikuti 80 lembaga penyiaran, terdiri dari 58 peserta lembaga penyiaran radio, (49 radio swasta dan 9 radio komunitas), serta 22 lembaga penyiaran televise yang terdiri dari 14 televisi lokal dan 8 televisi SSJ.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap lembaga penyiaran radio dan televisi di Jawa Barat, yang telah berusaha menyuguhkan siaran yang menghibur secara sehat, mendidik, mengandung informasi bermanfaat bagi pemirsa (TV), ataupun pendengar (radio), serta menjadi media kontrol dan perekat sosial.

“Sesuai UU penyiaran, tugas kami mengawasi kesehatan penyiaran. Untuk itu kami menuntut para insan penyiaran agar keseluruhannya membuat program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga manfaat hiburan dan manfaat edukasi, dapat diperoleh secara seimbang. Selain itu, kami minta para lembaga penyiaran untuk tidak mengejar "rating", atau banyaknya penonton atau pendengar saja. Akan tetapi diluar itu, komitmen moralitas adalah yang utama,” kata Aher.

Katanya menambahkan, saat ini pengaruh penyebarluasan informasi melalui penyiaran sangat besar terutama dalam membentuk karakter bangsa, oleh karena itu manajemen penyiaran harus diprioritaskan untuk membangun karakter bangsa. Dengan menyajikan berbagai program ciri khas wilayah masing-masing sehingga kelokalan menjadi budaya atau kebiasaan masyarakat. "Kita tampilkan yang benar dengan cara menarik, itulah tugas lembaga - lembaga penyiaran saat ini," bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan, pengawasan isi siaran, dan menindak lanjuti aduan masyarakat terkait penyiaran dengan sebaik - baiknya. Salah satunya lewat "Gemas Pedas", atau Gerakan Masyarakat Jawa Barat Mendorong Penyiaran Sehat Pemirsa Cerdas. “Untuk itu kami berharap melalui kegiatan ini terbangun sinergitas antar lembaga penyiaran yang tersebar di 27 Kabupaten/ Kota agar senantiasa menghadirkan suguhan yang sehat, ramah anak, dan inovatif,” tutur Dedeh

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Mahi M. Hikmat mengatakan, sesuai tema KPID Jabar Award ke- 9 tahun 2016 "Mendorong Insan Penyiaran yang Nyeni, Nyakola, Nyunda, Narigama." Hal tersebut berarti KPID Jabar memiliki obesesi agar program acara yang ditayangkan lembaga penyiaran hari ini, esok, dan seterusnya, memiliki nilai estetika yang luhur, nilai seni yang bisa menghibur secara sehat. Nyakola, berati program acara yang ada di lembaga penyiaran, mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, ada nilai yang memberikan pendidikan kepada warga Jawa Barat.

“Nyunda, dalam arti yang luas adalah lembaga penyiaran tak ragu untuk menyoroti berbagai entitas budaya lokal yang ada di Jawa Barat. Narigama, mengandung arti bahwa semua program acara yang ada di Jawa Barat harus sesuai dengan karakteristik masyarakat Jawa Barat yang religius, yang punya nolai - nilai keagamaan yang luar biasa. Terkait penghargaan, bahwa penilaian dilakukan Dewan Juri yang independen, objektif, adil, free of interest, bertanggung jawab, dan professional," imbuhnya. (als)
 


Diberdayakan oleh Blogger.