Ads

Pengaturan Pendistribusian BBM Tahun 2016

Pengaturan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak Tahun 2016


Dinas ESDM Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kamis (21/04/2016) menyelenggarakan Rapat dan sosialisasi Pengendalian Penyediaan dan Pengaturan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 tahun 2015 dan  Peraturan Presiden No 191 Tahun 2014.

Rapat serta sosialisasi dengan menghadirkan beberapa narasumber itu diikuti peserta lebih dari 100 pengusaha dan pemilik SPBU yang ada diwilayah Kabupaten dan Kota Bogor itu. Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bogor Ir. Drs. Ridwan Syamsudin, M.Si,yang disampaikan melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bidang Migas Dan PabumIr. Budi Pranowo bahwa rapat yang juga sekaligus dalam bentuk sosialisasi itu sangat penting dilaksanakan guna memberikan pemahaman atas beberapa peraturan yang telah diterbitkan Pemerintah, khususnya terkait dengan BBM.

“Terlebih saat ini telah terbit beberapa peraturan terkait Bahan Bakar Minyak, diantaranya Perpres Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, serta Permen ESDM Nomor 4 tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Tujuannya supaya tidak terjadi miskomunikasi dengan para stakeholders dalam memahami peraturan-peraturan terkait BBM,” jelas Budi.

Dijelaskan Budi, pengawasan dan pendistribusian BBM perlu ditingkatkan, terlebih kebutuhan BBM di Kabupaten Bogor sangat meningkat pada hari-hari libur. “Karena Bogor misalnya daerah Puncak adalah salahsatu tujuan wisata dan pada hari libur selalu dipadati kendaraan, dengan demikian kebutuhan BBM meningkat dibandingkan pada hari-hari biasa, pengawasan dan distribusi  perlu dilakukan sehingga BBM bagi konsumen bisa tercukupi imbuhnya.

Hal yang sama juga disampikan BPH Migas A. Qoyum Tjandranegara dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi pelaksanaan Pengawasan pendistribusian BBM ini merupakan salah satu implementasi tugas-tugas BPH Migas agar peraturan-peraturan di bidang BBM dapat tersosialisasi dengan baik, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi bagi para pemangku kepentingan dalam memahami peraturan-peraturan tersebut.

Masih di acara yang sama Kepala Bidang Migas Dan Pabum Ir. Budi Pranowo, memaparkan dengan memperhatikan kecenderungan meningkatnya harga minyak bumi pada satu bulan terakhir berikut proyeksi tiga bulan ke depan dan untuk mengantisipasi harga BBM pada priode bulan Juli yang bertepatan dengan Bulan Puasa dan Hari Raya Idul FItri serta perlunya menjaga kestabilan harga.

Oleh karena itu, Kepala Bidang Migas Dan Pabum Ir. Budi Pranowo, sebagaimana kita ketahui bahwa pemerintah telah membuat kebijakan penetapan perubahan harga BBM yakni pada tanggal 1 April 2016 pukul 00.00 Wib pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga BBM Khusus Penugasan jenis Bensin Premium Ron 88 di wilayah Luar Jawa Madura Bali dan harga BBM jenis minyak solar.

Sementara itu nara sumber dari PERTAMINA MOR III, Mardian menjelaskan selain pengendalian distribusi BBM, tak kalah penting adalah pengendalian mesin Dispenser yang berisi minyak sebelum disalurkan ke tanki kendaraan. juga memberikan tips bagaimana melakukan pencegahan agar terhindar dari masalah. Tidak terkontrolnya mesin itu bisa menimbulkan ledakan, kebakaran dan korban jiwa. Oleh karena itu, kata Mardian perawatan harus selalu dilakukan, semua itu sudah ada dalam buku panduan dalam pengelolaan SPBU.

Narasumber dari Disperindag Kabupaten Bogor juga mengingatkan agar pengusaha SPBU di Kabupaten Bogor jangan sampai berbuat nakal dengan cara mengurangi takaran perliternya. Mardianmenegaskan,Pertamina akan mewajibkan semua SPBU non Pasti Pas berubah menjadi SPBU Pasti Pas. Penerapan ini sesuai standar yang ditetapkan perseroan untuk SPBU dibawah kelola mereka. “Tahun ini Pertamina melakukan konversi SPBU yang belum Pasti Pas kepada Pasti Pas. Target kami akhir tahun sudah semua SPBU Pasti Pas. Ini kami lakukan agar standar pelayanan dan takaran terpantau dan dilaksanakan dengan baik oleh SPBU,” katanya. 

5/11/2016
Diberdayakan oleh Blogger.