Ads

Optimalisasi Fungsi Jalan Oto Iskandar Dinata

Fungsi Jalan Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista) Kota Bogor Dioptimalkan

Setelah diberlakukannya Sistim Satu Arah, Jalan Otista bagaikan pintu gerbang masuk ke Kota Bogor. Ruas jalan dari mulai Tugu Kujang sampai dengan Lawang Suryakancana itu selama ini selalu padat. Selain kendaraan yang masuk jumlahnya sangat banyak, juga karena badan jalan tidak dapat difungsikan secara maksimal.

Di kiri jalan mulai dari Jembatan Ciliwung, sebagian badan jalan digunakan berdagang oleh para PKL dan parkir kendaraan pengunjung Pasar Bogor. Kepadatan itu lebih terasa pada pagi hari, ketika kesibukan pasar masih berlangsung dan arus lalu lintas mulai ramai. Oleh karenanya, jalan tersebut harus bebas PKL agar fungsinya sebagai jalan protokol dan pintu masuk Kota Bogor bisa dikembalikan secara optimal.

Untuk tujuan itulah, maka pada tanggal 22 Oktober 2016 lalu, telah dilaksanakan operasi pembersihan PKL. Operasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur Kepolisian, TNI, DLLAJ, Pol PP, PD Pasar, KUMKM dan aparat Kecamatan serta Kelurahan. Dengan dukungan 250 personil, operasi tersebut dilakukan mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB. Operasi dipimpin langsung jajaran Muspida Kota Bogor.

Operasi ini memang menjadi program yang didukung oleh Muspida Kota Bogor. Bahkan jajaran Polresta Bogor Kota akan memberikan dukungan terhadap penertiban yang juga akan dilakukan di beberapa lokasi lain. “Rencananya, secara bertahap penertiban akan dilakukan di beberapa lokasi lainnya yang semuanya bertujuan mengembalikan jalan pada fungsi yang sesungguhnya,” kata Kepala DLLAJ Kota Bogor, Rahmawati.

Operasi gabungan di Otista terus dilakukan setiap hari dengan jadwal yang sama. Setelah operasi berlangsung secara intensif dan konsisten selama 3 hari, maka terhitung tanggal 25 Oktober 2016, kawasan Jalan Otista dapat dinyatakan bebas dari pedagang kaki lima. Tidak ada lagi aktivitas para penjual sayuran, tidak ada lagi aktivitas bongkar muat sayuran dan juga tidak ada lagi aktivitas para pembeli.

Pembersihan PKL tersebut tidak dilakukan secara mendadak. Sebab tahapan operasi sebelumnya telah disosialisasikan kepada para pedagang dan pembeli serta masyarakat sekitar Otista. Diharapkan mereka tidak lagi melakukan aktifitas jual beli di bahu jalan dan area parkir. Para pedagang diimbau untuk masuk ke kawasan Suryakencana. Selain itu telah dibuat batas area yang tidak boleh dimanfaatkan kembali oleh para pedagang kaki lima.

Batas area tersebut akan terus dijaga oleh petugas gabungan dan dibebaskan dari pedagang kaki lima yang mencoba untuk kembali beraktivitas di sepanjang jalan tersebut.Dengan demikian, diharapkan sepanjang Jalan Otista tidak ada lagi aktivitas PKL yang membuat lebar jalan jadi menyempit dan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Atas hasil yang telah dicapai pada operasi gabungan tersebut, Pemerintah Kota Bogor berterima kasih kepada warga Bogor. Khususnya kepada para PKL, masyarakat pengunjung pasar dan masyarakat sekitar Otista yang telah mendukung dan membantu mengembalikan fungsi Jalan Otista. Kebersamaan dan sikap penuh pengertian seperti itu adalah dukungan yang sangat diperlukan. Khususnya untuk mengatasi masalah kemacetan dan pada umumnya untuk mewujudkan situasi yang lebih tertib di Kota Bogor. (Adv) 
 
Diberdayakan oleh Blogger.